Minggu , 20 Oktober 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Penangkar Penyu Butuh Dukungan

Penangkar Penyu Butuh Dukungan

PENANGKARAN: Penangkaran penyu di Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa saat ini sudah melepaskan ribuan tukik ke lautan.(foto: fintah/rb)

BENTENG – Penangkaran hewan dilindungi jenis penyu oleh kelompok nelayan dari Alun Utara, Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, saat ini membutuhkan bantuan terutama anggaran untuk pembelian telur penyu. Saat ini telur penyu didapatkan dari berbagai pihak yang ikut mendukung perkembangbiakan penyu.

“Untuk saat ini kami membayar ganti rugi atau membeli kepada penemu telur penyu,” jelas Ketua Kelompok Penangkar Penyu, Zulkarnedi, Minggu (12/5).

Dijelaskannya, hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelamatan biota laut tersebut. Meskipun untuk bantuan dari pemerintah sudah ada sejak mulai berdiri tahun 2015 lalu, namun dinilai minim. Meski demikian kegiatan tetap dilangsungkan meskipun harus merogoh kocek pribadi nelayan. “Untuk bantuan sudah ada dalam bentuk pendirian bangunan untuk penangkaran anak penyu sebelum dilepaskan kembali ke laut,” ujarnya.

Saat ini, Zulkarnedi berharap pihak lain juga bisa membantu, karena kalau tidak dilakukan seperti yang sudah berjalan selama 3 tahun terakhir, bukan hal mustahil penyu bisa mengalami kepunahan. Beberapa kebutuhan penangkaran yang harus tersedia, seperti lokasi, penambahan bak penampungan tukik dan juga tentunya pakan untuk anak penyu sebelum dilepaskan ke laut.

Saat ini, diakui Zulkarnedi pihaknya masih memiliki lebih dari seribu telur penyu yang siap ditetaskan kembali untuk kedua kalinya tahun ini. “Telur penyu yang masih dalam proses penetasan,” katanya.

Namun, pihaknya masih memiliki kendala tempat untuk proses penetasan telur penyu. Untuk itu, hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah atupun pihak terkait lainnya. Jumlah penyu yang sudah dilepaskan, juga sudah mencapai ribuan. Habitat di sepanjang Pantai Kecamatan Pondok Kelapa, masih sangat banyak. “Hal ini jangan sampai menjadi santapan pihak yang tidak bertanggung jawab, karena akan mempercepat punahnya hewan laut tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, Zulkarnedi juga berharap ada pihak yang bisa membantu terutama dalam penggiatan secara bersama untuk penangkaran penyu ini. Jika menjadi terus menerus, hal ini akan mendatangkan  dampak positif. “Mungkin bisa dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran untuk siswa sekolah yang ada di Kabupaten Benteng khususnya,” demikian Zulkarnedi. (vla)

Berita Lainnya

Pengacara Kades Mengundurkan Diri

BENTENG – Pengacara Kepala Desa (Kades) non aktif, salah satu desa di Kecamatan Talang Empat ...

error: Content is protected !!