Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Ditangkap, Lalu Empat Kapal Trawl Dilepas

Ditangkap, Lalu Empat Kapal Trawl Dilepas

Nasyyardi

MUKOMUKO – Nelayan Pantai Indah Mukomuko (PIM) Kota Mukomuko memergoki dan menangkap empat kapal trawl sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (13/5). Tapi kapal tersebut dilepas dengan sejumlah pertimbangan nelayan yang menangkap. Kapal itupun dilepas tanpa dikenai denda adat seperti biasanya.

“Belum sempat dibawa ke tepi, masih di tengah laut. Tertangkap empat kapal, semuanya dilepas,” ujar mantan calon Ketua Nelayan PIM, Japri.

Empat kapal yang sempat tertangkap itu, satu kapal berasal dari Bantal Kecamatan Teramang Jaya. Sedangkan tiga kapal lagi milik nelayan Desa Pasar Sebelah Kecamatan Kota Mukomuko. “Semua sudah dilepas. Kami tidak begitu tahu alasan para nelayan melepas kapal itu,” imbuh Japri.

Kapal-kapal dengan menggunakan alat tangkap trawl atau biasa dikenal pukat harimau itu, tertangkap nelayan saat sedang beroperasi di wilayah tangkapan ikan nelayan PIM. Sesuai kesepakatan adat sesama nelayan, bahwa kapal-kapal trawl itu dilarang menangkap ikan di wilayah tangkapan ikan nelayan PIM.

Lantaran nelayan PIM hanya menggunakan jokong dan alat tangkap tradisional.

“Informasinya, karena segan dan tidak enaan. Karena kapal yang dari Teramang itu, pemiliknya masih berasal dari PIM. Kemudian yang dari Pasar Sebelah, dua kapal diantaranya itu diduga milik mantan Kades,” tutup Japri.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mukomuko Nasyyardi, S.Pi dikonfirmasi, tidak menampik masuknya laporan terkait kejadian tersebut. Namun pihaknya tidak sampai turun lapangan. Karena sudah diselesaikan sesama nelayan. Apalagi kapal-kapal itu tidak dibawa ke pinggir pantai.

“Kami masih menunggu laporan terkait alasan nelayan melepaskan empat kapal tersebut dari penggurus kelompok nelayan,” demikian Nasyyardi.(hue)

Berita Lainnya

176 Jamaah Haji Mukomuko Tiba Pukul 9 Malam

MUKOMUKO – Sebanyak 176 jamaah haji asal Kabupaten Mukomuko akan tiba sekitar pukul 21.00 WIB ...

error: Content is protected !!