Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Karyawan PT SBS Aksi Mogok kerja

Karyawan PT SBS Aksi Mogok kerja

MOGOK: Sering diomeli pimpinan, puluhan karyawan PT SBS gelar aksi mogok kerja, kemarin (13/5).(foto: rio/rb)

PINO RAYA – Puluhan karyawan PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS), gelar aksi mogok kerja. Pasalnya, para karyawan tersinggung dengan manager PT SBS Suheri yang memarahi para karyawan seraya banting helm saat apel pagi Senin Senin (13/5).

Puluhan karyawan yang mayoritas laki-laki itu langsung pergi keluar lokasi pabrik dan memilih berdiam diri di depan pabrik. Tapi aksi itu tidak menyebabkan gangguan jalan dan kenyamanan masyarakat lainnya.

Puluhan karyawan berorasi dengan yel-yel ingin manager PT SBS dipecat. Pasalnya semua karyawan kerab dimarahi saat istirahat kerja. Adapun ancaman puluhan karyawan PT SBS ini, apabila manager tidak dipecat maka seluruh karyawan akan terus mogok kerja. ‘’Kami tak mau masuk, sebelum manager dipecat,’’ teriak seluruh karyawan PTS SBS di depan pabrik.

Akibat aksi puluhan karyawan ini mogok kerja aktifitas pabrik sedikit terganggu. Bagaimana tidak, mereka yang mogok kerja ini mayoritas dibagian mesin. Ini semuanya keluar pabrik. Otomatis mesin pabrik kondisi mati.

Sementara manager PT SBS, Suheri ketika dikonfrmasi RB Senin (13/5) tidak bisa dihubungi karena masih sibuk didalam pabrik. Namun Humas PT SBS, Yuhat, menjelaskan permasalahan yang terjadi, karyawan tak mau kerja.

‘’Ya, tadi sempat salah paham. Mungkin manager menegur karyawan, karena sering melanggar saat jam kerja. Tapi saat apel pagi manager marah sembari banting helm, dan karyawan merasa tersinggung hingga berakhir aksi mogok kerja,’’ jelas Yuhat.

Lebih lanjut Yuhat mengatakan, PT SBS mengecam puluhan karyawan yang mogok kerj. tapi pihak pabrik akan tetap melakukan upaya damai, dan mengajak para karyawan yang mogok kerja untuk kembali beraktifitas. ‘’Kita lakuakn mediasi. Tapi mereka tidak mau ada perwakilannya yang bicara dengan kita,” bebernya.

Lanjut Yuhat, bukan tidak mungkin karyawan yang gelar aksi mogok kerja bakal dipecat. Karena meskipun mogok satu hari bisa saja PT melakukan PHK. “Jangankan mogok dua hari, mogok  Senin (13/5) saja dari pihak prusahaan bosa memproses pemecatan,” pungkasnya.(tek)

Berita Lainnya

Bebas, Reskan Siap Maju Pilkada

PASAR MANNA – Usai menjalani hukuman di Lapas Kelas II B Manna selama 32 bulan, ...

error: Content is protected !!