Minggu , 25 Agustus 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Kawasan KMP Diserahkan ke BUMDes

Kawasan KMP Diserahkan ke BUMDes

UNGGULAN: Kawasan Kepahiang Mountain Valley yang terletak di kebun teh Desa Sido Rejo Kecamatan Kabawetan, menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kepahiang.(foto: arie/rb)

KEPAHIANG – Guna meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat di wilayah potensi wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang berencana akan menyerahkan pengelolaan potensi wisata kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu kawasan yang akan diserahkan pengelolaannya kepada BUMDes adalah wisata kebun teh Kepahiang Mountain Valley (KMP) yang terletak di Desa Sido Rejo Kecamatan Kabawetan.

Diungkapkan Bupati Kepahiang, Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, memang sejak awal kawasan wisata tersebut akan diserahkan untuk dikelola oleh BUMDes setempat. Namun pada akhir 2018 lalu Peraturan Daerah (Perda) terkait pengelolaan wisata tersebut, belum disetujui oleh Gubernur Bengkulu kendati sudah dibahas di tingkat DPRD Provinsi Bengkulu.

“Saat ini Perdanya sudah ada, dan kita sudah bisa membentuk kerja sama terkait pengelolaan kawasan tersebut dengan BUMDes. Hanya saja memang memerlukan proses yang cukup panjang, karena BUMDes yang akan mengelola kawasan tersebut pun harus kita verifikasi dan lakukan pembinaan terlebih dahulu,” jelas Bupati, Senin(13/5).

Terkait belakangan mulai marak para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut tanpa izin, Bupati mengaku dalam waktu depat akan mengatur kawasan tersebut, termasuk terkait parkir dan kebersihan. “Nantinya seluruh yang ada di kawasan tersebut baik lapak, parkir, retribusi, dan kebersihan akan kita serahkan sepenuhnya kepada BUMDes agar bisa dikelola dengan baik,” terang Bupati.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Kepahiang, Jan Johanes Dalos, S.Sos mengungkapkan, saat ini pihaknya selaku leading sector akan melakukan pengarahan ke depan dimana setiap desa sudah harus mengalokasikan sebagian dari anggaran mereka untuk menunjang program Pemkab Kepahiang di sektor pariwisata.

“Misalnya desa-desa itu berkewajiban membangun infrastruktur yang bisa menunjang potensi pariwisata di desa masing-masing. Atau bisa juga melakukan pembangunan terkait keindahan desa, yang bisa memberikan dampak perkembangan wisata di desa tersebut,” jelas Dalos.

Dalos mengatakan, dengan dibentuknya BUMDes merupakan sebuah cikal bakal pertumbuhan ekonomi yang ada di desa. Karena suatu saat tentunya Dana Desa (DD) akan berakhir, dan keberlanjutan ekonomi di desa bisa terus berlanjut dengan aktivitas BUMDes yang terus bisa menunjang perekonomian desa.

“BUMDes inilah tulang punggung dari pergerakan ekonomi desa. Untuk itu BUMDes diharapkan ke depan bisa menjadi mitra kerja desa, walaupun tetap berdiri sendiri sebagai badan usaha desa, tetapi tetap berkoordinasi dengan desa. Sehingga kegiatan yang ada di desa itu bisa terus meningkat secara ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Dalos, tujuan daripada BUMDes adalah menggali potensi-potensi yang ada di desa dan bisa memberikan tambahan pendapatan asli desa, yang akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Banyak potensi yang ada di desa, mulai dari produk unggulan pertanian, peternakan, kreativitas, usaha, hingga pariwisata. Hal ini perlu dilakukan pengelolaan lebih lanjut secara kontinyu guna peningkatan pembangunan ekonomi di desa,” demikian Dalos. (sly)

Berita Lainnya

Pelantikan Dewan Baru Kepahiang Diwarnai Insiden Mati Lampu

KEPAHIANG – Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Periode 2019-2024 digelar Sabtu (23/8) ...

error: Content is protected !!