Senin , 16 Desember 2019
Home / Borgol / Korupsi Alat Peraga, Mandeg

Korupsi Alat Peraga, Mandeg

Andree Ghama Putra

PELABAI –  Pengusutan dugaan korupsi pengadaan alat peraga matematika di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebong, disinyalir mandeg. Tim penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lebong belum juga meningkatkan status pengusutan yang hingga saat ini masih berkutat di status penyelidikan (lid). Padahal proyek tahun 2016 senilai Rp 4,8 miliar itu sudah diusut sejak pertengahan 2017.

Tokoh masyarakat Kabupaten Lebong, Rozi Antoni mempertanyakan sudah sejauh mana pengusutan dugaan korupsi alat peraga untuk Sekolah Dasar (SD) se Lebong itu. Jika memang tidak cukup bukti diharapnya segera dihentikan. Namun jika terbukti, segera tingkatkan statusnya.

‘’Jangan membuat kasus ini menggantung dan meninggalkan kesan negatif di masyarakat,’’ ujar Rozi Antoni.

Pengusutan yang sudah berjalan lebih 1 tahun, dinilainya tidak sepadan dengan status yang belum juga membuahkan tersangka. Kalaupun belum ada penetapan tersangka, setidaknya status pengusutan sudah meningkat ke tahap penyidikan (dik). ‘’Kalau semua penanganan korupsi berjalan lamban seperti ini, bagaimana aparat penegak hukum di Lebong mau mengungkap perkara korupsi baru,’’ sampainya.

Sementara Kapolres Lebong, AKBP. Andree Ghama Putra, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim, Iptu. Teguh Ari Aji, SH, S.IK mengaku masih mendalami keterangan saksi. Sejauh ini, pihaknya sudah memeriksa lebih 20 saksi. Baik para kepala SD penerima barang maupun pihak pelaksana dari Dikbud Lebong. ‘’Nanti kalau sudah ada perkembangan lidnya, yakni indikasi korupsinya menguat, segera kami tingkatkan ke dik (penyidikan, red),’’ ujar Kapolres.

Dilansir sebelumnya, realisasi pengadaan alat peraga matematika berbasis digital itu diduga spesifikasinya tidak sesuai kontrak. Peralatan yang dibeli pihak rekanan PT. Buana Hasta Karya itu tidak sebanding dengan kontrak sehingga terindikasi mengakibatkan kelebihan bayar. Tidak hanya terkait merek produk, kemampuan peralatan juga diduga tidak sesuai kontrak.(sca)

Berita Lainnya

Laporan Kontraktor Taman Berendo yang Mengaku Diperas Rp 2 Miliar Diterima PTSP Pidsus Kejagung

BENGKULU– Kisruh laporan PT. Karya Duta Mandiri Sejahtera ke Kejaksaan Agung RI terus berlanjut. Informasi ...

error: Content is protected !!