Selasa , 16 Juli 2019
Home / Pemilu / Wajib Steril H-2 Jelang Pengumuman

Wajib Steril H-2 Jelang Pengumuman

JAKARTA- Sebanyak 32 ribu personel gabungan TNI-Polri akan diterjunkan dalam pengawalan pengumuman hasil Pemilu 2019 di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (22/5). Selain di KPU, penjagaan juga difokuskan di gedung Bawaslu. Persiapan pengamanan juga dipastikan rampung H-2 jelang pengumuman.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menjelaskan, persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari. “Kami mengecek kesiapan pengamanan baik di tingkat KPUD atau KPU RI menyiapkan angggota dari Polda Metro Jaya di KPU maupun Bawaslu,” jelas Gatot.

Jenderal bintang dua ini memastikan proses rekapitulasi aman dari potensi kerusuhan. Terlebih aksi-aksi berkaitan dengan Pemilu yang sebelumnya digelar, berjalan aman dan damai. “Syukur Alhamdulillah sampai hari ini teman-teman masih mematuhi aturan itu dan kita harap ke depannya juga ketika melakukan kegiatan penyampaian aspirasi dengan mematuhi aturan yang ada,” imbaunya.

Sementara, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, pengamanan dilakukan dua hari sebelum pengumuman berlangsung. Selain di Bawaslu dan KPU, objek vital nasional juga mendapatkan penjagaan ketat. “Tanggal 20 Mei sudah siap semua ,” katanya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin (13/5).

Ditambahkannya, pengamanan masih seperti dilakukan pada debat presiden sebelumnya. Yakni pengawalan empat ring yaitu kantor KPU sebagai ring 1, sekitar gedung KPU sebagai ring 2, sekitar halaman gedung KPU sebagai ring 3 dan luar pagar gedung KPU sebagai ring 4.

“Ring 1 ada di dalam kantor KPU, ini kan daerah harus clear dan pengamanan harus ketat jangan sampai ada yang mengganggu proses penyampaian yang akan disampaikan oleh KPU,” jelas Dedi.

Dijelaskanya, pihak keamanan akan memasang pintu keamanan seperti safety door, para pengunjung akan diperiksa secara manual sesuai SOP. Ini dilakukan sebagai antisipasi upaya serangan bom oleh kelompok teroris pada hari H.

Diketahui, Polri telah mengamankan jaringan JAD Lampung dan Bekasi. Dari pemeriksaan terhadap dua kelompok (teroris) tersebut, diketahui mereka akan melakukan serangan saat massa kumpul di KPU tanggal 22 Mei .Selain itu, Polri telah bekerja sama dengan Kemenkominfo dan BSSN menggencarkan patroli siber di media sosial.

Terpisah, Ketua DPRI RI Bambang Soestyo mengatakan, keamanan dan ketertiban umum masih dalam kendali TNI-Polri. Kegiatan Polri dan TNI yang terus memobilasi aparat keamanan dan melakukan langkah-langkah persuasif terkait wacana people power atau revolusi menjadi bukti bahwa keamanan nasional dan ketertiban umum terjaga.

“Karena itu, masyarakat jangan terpengaruh oleh wacana-wacana maupun provokasi seperti itu. Sebaliknya, hal yang harus kita lakukan sebagai sesama anak bangsa justru mendorong semua lapisan masyarakat untuk tetap fokus pada kegiatan ibadah Puasa Ramadhan dan melakukan persiapan menyongsong Idul Fitri tahun ini,” kata politisi Golkar yang akrab disapa Bamsoet tersebut.

Bamsoet menilai, Isu atau wacana tentang people power dan revolusi telah direspons dengan bijaksana dan terukur oleh Polri. Masih berkaitan dengan kedua wacana itu, pemerintah pun telah menunjuk sebuah tim untuk mengkaji aspek hukum dari ucapan atau pernyataan sejumlah pihak untuk mencegah terjadinya perpecahan bangsa. “Keputusan Pemerintah dan Polri memilih soft approach untuk isu people power dan revolusi menjadi bukti bahwa aspek keamanan nasional dan ketertiban umum masih berada dalam kendali TNI, Polri dan aparat penegak hukum lainnya,” tandasnya.(by/fin/tgr)

Berita Lainnya

Aan dan Edwar Tunggu Perintah Partai

KEPAHIANG – Pasca munculnya sinyal dari petahana untuk kembali maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil ...

error: Content is protected !!