Senin , 20 Mei 2019
Home / Daerah / Seluma / 30 Massa Demo KPU dan Bawaslu

30 Massa Demo KPU dan Bawaslu

ORASI: Puluhan massa menggelar unjuk rasa di depan Sekretariat Bawaslu Seluma, Selasa (14/5).

SELUMA– Sebanyak 30 massa mengatasnamakan Jaringan Intelektual Manivesto Muda (JIMM) dan Koalisi Rakyat Peduli Demokrasi Seluma Bersatu (KRPDSB) berunjuk rasa di depan Sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Seluma. Setelah itu berorasi di depan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Seluma. Aksi berlangsung beberapa menit, Selasa (14/5) mulai pukul 10.00 WIB.

Massa berorasi dan menyampaikan protes dan kekecewaan terhadap kinerja Bawaslu dan KPU Seluma. Mereka menilai kedua lembaga itu tidak netral dalam melakukan pengawasan dan penyelenggaran Pemilu Serentak 17 April lalu di Kabupaten Seluma.

‘’Mana netralitas KPU dan Bawaslu. Banyak laporan pelanggaran yang disampaikan, semua tak ada yang diproses. Diproses pun selalu dimentahkan, dengan mengatakan tidak cukup bukti,” teriak Korlap Aksi, Heru Saputra di Sekretariat Bawaslu Seluma, Selasa (14/5).

Menurut Heru, demokrasi telah dicederai oleh kinerja Bawaslu dan KPU Seluma yang tutup mata dengan banyaknya caleg melakukan politik uang atau  Money Politics (MP) untuk meraup suara. Sehingga menurutnya, Bawaslu dan KPU Seluma harus menunjukan independensinya dengan tetap menjunjung netralitas sebagai pengawas dan penyelenggara pemilu.

‘’Bagaimana nasib Seluma lima tahun ke depan, kalau dewan yang duduk di parlemen hasil MP. Bawaslu dan KPU harus pikir itu, proses dan tindak semua laporan penggaran yang disampaikan,’’ teriak Heru.

Pantauan RB, dari titik berkumpul massa di Simpang 6 Tugu Pengantin, Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma, dengan dikawal ketat anggota Polres Seluma dan Satpol PP, konvoi menuju Sekretariat Bawaslu Seluma. Kedatangan massa disambut oleh barisan personel Sat Sabhara Polres Seluma juga Satpol PP yang telah menyusun barisan di depan Sekretariat Bawaslu Seluma. Terlihat juga mobil water canon disiagakan oleh Polres Seluma, antisipasi hal tak diinginkan saat demo berlangsung.

Orasi yang digelar di Sekretariat Bawaslu Seluma hanya berlangsung sekira 30 menit. Usai menyerahkan poin tuntutan yang diterima Ketua Bawaslu Seluma, Yefrizal, SE, massa bergerak ke KPU.

Menanggapi poin tuntutan yang disampaikan oleh massa, Yefrizal mengatakan bahwa Bawaslu Seluma telah memproses semua laporan yang telah disampaikan ke Bawaslu Seluma, terkait pelanggaran yang terjadi dalam pemilu 17 April lalu.

‘’Sekecil apapun laporan yang kami terima, semua kami proses dan kami selidiki kebenarannya. Namun memang, dari laporan yang masuk tidak ditemukan indikasi kecurangan atau pelanggaran, sehingga pelanggaran tersebut kita tutup,” jelas Yefrizal.

Namun demikian kata Yefrizal, ada dua pelanggaran yang memang ditemukan indikasi kecurangan, yaitu laporan pelanggaran pemilu di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo dan pengglembungan suara yang dilakukan PPK Ulu Talo.

‘’Untuk laporan pelanggaran di Desa Serambi Gunung, memang ada ditemukan satu pemilih eksodus. Namun untuk PSU kita tidak bisa lakukan karena sesuai aturan pelaksanaan PSU hanya 10 hari sejak hari H pencoblosan Pemilu 17 April. Sedangkan laporan ini selesai diproses dan diputuskan sudah diatas tanggal 27, sehingga untuk PSU tidak bisa dilaksanakan lagi. Untuk dugaan penggelembungan suara, saat ini telah dilimpahkan ke Polres Seluma untuk memproses pelakunya,” papar Yefrizal.

Di Sekretariat KPU Seluma Jalan Merdeka, Kelurahan Pasar Tais, Kecamatan Seluma, massa kembali berorasi.  Sama seperti di Bawaslu Seluma, mereka menuding KPU tidak netral. Setelah 25 menit berorasi, enam perwakilan massa dipersilakan masuk bertemu dengan Komisioner KPU Seluma. Mereka diterima Ketua KPU Seluma, Sarjan Efendi, SE, di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan itu, hal yang sama kembali disampaikan agar KPU Seluma bersikap netral dan independen dalam menyikapi dan memproses setiap laporan dugaan pelanggaran.

‘’Kita terbuka dan menerima masukan yang disampaikan. Namun untuk laporan pelanggaran yang kami terima yang memang menjadi kewenangan kami untuk menyelesaikannya, semua telah diselesaikan. Yang masih dalam proses yakni perkara penggelembungan suara yang dilakukan oleh PPK Ulu Talo,” sampai Sarjan.

Setelah mendapat penjelasan tersebut, secara tertib massa membubarkan diri. Namun demikian mereka memastikan akan terus memantau dan mengawal kinerja Bawaslu dan KPU Seluma agar tetap independen dan netral.(aba)

 

Berita Lainnya

Pembangunan Seluma Menggeliat

SELUMA – Pembangunan di Kabupaten Seluma akan menggeliat. Seiring dengan paket proyek yang sudah mulai ...

error: Content is protected !!