Minggu , 26 Mei 2019
Home / Metropolis / 877 Warga Terserang Penyakit Pasca Banjir

877 Warga Terserang Penyakit Pasca Banjir

TINJAU: Dinas Kesehatan Kota Bengkulu bersama tenaga medis turun langsung ke lapangan untuk mendata dan memeriksa masyarakat yang lingkunganya terdampak banjir. (foto: ist/rb)

BENGKULU – Bencana banjir yang menimpa Kota Bengkulu beberapa waktu lalu, menyisakan persoalan baru. Yakni penyakit pasca banjir yang menyerang warga. Tercatat ada 877 warga yang terserang penyakit diantaranya Infeksi saluram Pernafasan Akut (ISPA), penyakit kulit, diare dan penyakit yang tidak terdiagnosa.

Hal itu disebabkan oleh air banjir yang mengandung berbagai organisme yang menulari penyakit. Seperti E.coli, Salmonella, dan virus penyebab penyakit tifus, penyakit kulit, dan tetanus. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu terus bersiaga melakukan penanganan penyakit pasca banjir dengan langsung turun ke lapangan yang terdampak banjir.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Susilawati M.Kes mengatakan tim dari Dinkes turun ke lapangan dengan membawa tim medis dari puskesmas untuk investigasi terkait penyakit yang menyerang pasca banjir. Tim yang telah diterjunkan bertujuan untuk mengantisipasi penyakit yang bisa terjadi serta penanggulangan kepada masyarakat yang terkena penyakit.

“Kita lakukan pencegahan dan penanggulangan penyakit yang bisa terjadi pasca banjir,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Kota Bengkulu, Neli Hartati S.KM, MM menjelaskan hasil pemeriksaan di lapanga, ditemukan total 877 kasus yang terjadi di Kota Bengkulu. Rinciannya, ISPA sebanyak 126 kasus, penyakit kulit sebanyak 191 kasus, diare sebanyak 7 kasus, serta ada 553 kasus yang tak terdiagnosa penyakitnya. Penanganan yang diberikan terhadap masyarakat yang terkena penyakit adalah dengan memberikan perawatan serta memberikan obat.

Untuk penyakit ringan sudah langsung ditangani yang mana dinkes langsung menurunkan tim dokter dan perawat untuk langsung melakukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang terserang penyakit. “Untuk masyarakat yang terserang penyakit kita data dan langsung kita berikan penangannya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Dinkes Kota mewaspadai penyakit labtospirosis, yakni penyakit akibat air kencing tikus yang rawan menyerang pasca bencana banjir. Penyakit ini hampir mirip seperti DBD yang mana diawali dengan demam, timbul bercak-bercak dan sebagainya. Pihaknya juga mewaspadai penyebaran penyakit diare dan tifus, itu dikarenakan sarana air bersih yang masih kurang.

Untuk itu, masyarakat sangat membutuhkan air bersih serta alat personal hygennya. Ia berharap semua pihak terkait dapat bekerjasama untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat pasca banjir yang terjadi di Kota beberapa waktu lalu mulai dari air bersih dan lainnya. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di puskesmas terdekat apabila merasa terserang penyakit.

Itu bertujuan agar langsung bisa mengetahui risiko penyakit lebih cepat dan menghindari penyebarannya. “Kita juga saat ini sedang mengusulkan bantuan ke kementrian kesehatan yang mana sampai saat ini kita amsih menunggu bantuan tersebut sampai kebengkulu, bantuan yang kita butuhkan ini adalah untuk mengantisipasi penyakit pasca banjir dan penanggulangannya,” tutupnya.(cw1)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!