Sabtu , 20 Juli 2019
Home / Borgol / Korban Cabul Protes ke Kejari

Korban Cabul Protes ke Kejari

DATANGI KEJARI: Korban ditemani keluarga, saat mendatangi Kejari Seluma, Selasa (14/5).(foto; yayan/rb)

SELUMA – Merasa tidak puas dengan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tais terhadap pelaku yang telah mencabulinya hingga hamil dan saat ini telah melahirkan, Me (14) warga Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma, Selasa (14/5). Kedatangan Me ditemani kakak sepupunya, menyampaikan protesnya ke Kejari Seluma.

Mereka merasa putusan majelis hakim PN Tais jauh dari rasa adil. Pelaku, Kabir (69) yang tak lain tetangga korban divonis 7 tahun penjara. ‘’Saya tidak terima pak, dia (pelaku,red) telah menghancurkan masa depan adik saya ini. Pelaku harus di hukum berat, bukan hanya 7 tahun seperti ini,’’ tandas kakak sepupu korban.

Dijelaskannya, akibat perbuatan pelaku saat ini korban putus sekolah. Ditambah lagi saat ini, adiknya tersebut telah melahirkan yang tentu akan menambah beban dan penderitaanya. ‘’Kami minta dia dihukum mati atau penjara seumur hidup untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kalau cuma 7 tahun jelas tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami adik saya ini,’’ tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Seluma, M. Ali Akbar, SH, MH melalui Kasi Intel, Citra Apriyadi, SH, MH mengatakan terkait vonis terdakwa ini, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Karena itu kewenangan pihak pengadilan. ‘’Kami jaksa ini hanya melakukan tuntutan, kalau untuk vonis itu kewenangan pengadilan. Pelaku ini dalam sidang, kami tuntut selama 8 tahun penjara,’’ terang Citra.

Lanjutnya, terhadap putusan tersebut, dirinya berharap agar korban dan keluarganya menerima.  Vonis 7 tahun penjara yang dijatuhkan PN Tais dianggap telah maksimal. Sebagai pembelajaran bagi pelaku.

‘’Kami paham dengan apa yang dirasakan oleh korban dan keluarganya. Namun jika boleh menyarankan agar dapat berbesar hati dan bersabar. Bantu korban untuk bangkit dengan memberikan semangat dan motivasi agar sedikit demi sedikit melupakan pengalaman pahit yang dialaminya ini,’’ sampai Citra.

Sekedar mengingat, peristiwa pencabulan tersebut terjadi sejak awal 2018 lalu saat korban masih duduk di kelas V hingga korban kelas VI. Pencabulan ini baru terbongkar akhir Desember 2018 lalu berkat ketelitian dari guru wali kelas Me, Ro (40) yang curiga dengan perubahan pada tubuh dan tingkah laku muridnya itu. Sang wali kelas memanggil dan menanyai Me. Ternyata dugaan benar, Me telah hamil akibat perbuatan Kabir.(aba)

Berita Lainnya

2 Pengunjal BBM dan 2 Operator SPBU Disel

BENGKULU – Panjangnya antrean di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khususnya jenis premium ...

error: Content is protected !!