Sabtu , 20 Juli 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Alat Kemetrologian Rp 1,4Miliar, Belum Dilelang

Alat Kemetrologian Rp 1,4Miliar, Belum Dilelang

Husni Thamrin

KEPAHIANG – Program peningkatan pelayanan terhadap konsumen dalam melakukan transaksi pasar yang dilakukan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kepahiang, tahun ini sepertinya masih perlu proses yang panjang. Hingga pertengahan tahun, usulan pengadaan alat yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 1,4 miliar pun belum disampaikan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Kepahiang.

Kepala Disdagkop UKM Kepahiang, Husni Thamrin, SE mengaku saat ini pihaknya masih melakukan proses perencanaan atas program tersebut. Ia bahkan memperkirakan dalam bulan ini usulan atas program tersebut sudah ditayangkan di LPSE. “Masih dalam proses. Memang agak sedikir lambat lantaran beberapa pendukungnya mesti kita lengkapi. Namun bulan ini Insya Allah sudah kita sampaikan ke ULP,” jelasnya.

Husni mengatakan alat kemetrologian ini merupakan wujud implementasi dari arahan Menteri Perdagangan RI sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 26/M-DAG/PER/5/2017 tentang Pengawasan Metrologi Legal dan Surat Direktorat Metrologi Nomor 931/PKTN.4.4/SD/05/2018.

“Nantinya pengadaan alat metrologi ini akan berbentuk kendaraan roda dua kemetrologian yang dilengkapi dengan alat kemetrologian, seperti alat ukur, alat tera, timbangan dan lainnya,” ungkapnya.

Alat kemtrologian tersebut nantinya akan diaplikasikan di tengah masyarakat, guna melindungi hak-hak masyarakat selaku konsumen dalam melakukan transaksi jual beli di pasar. Dengan peralatan metrologi berupa Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP), diharapkan masyarakat selaku konsumen bisa mendapatkan kebutuhannya sesuai dengan ukuran riil dari barang yang dibeli di pasar.

“Jadi ke depannya tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan dengan nilai riil barang kebutuhannya. Selain itu juga nantinya kita akan menurunkan petugas kita di setiap pasar, untuk menguji takaran dagangan kebutuhan masyarakat,” jelas Husni.

Namun demikian, kendati nantinya alat kemetrologian tersebut sudah diadakan, Husni mengatakan belum bisa langsung menerapkan program ini sepenuhnya. Karena perlu dilakukan proses sosialisasi dan pemahaman terlebih dahulu di tingkat pedagang.“Kalau target kita tahun depan sudah bisa berjalan programnya. Untuk tahun ini kita alan lakukan sosialisasi terlebih dahulu, sembari melakukan tera alat ukur perdagangan di semua unit perdagangan yang ada di Kabupaten Kepahiang,” paparnya.(sly)

Berita Lainnya

Lelang Jabatan Sepi Peminat

KEPAHIANG – Sejak dibuka pada 10 Juli lalu, hingga saat ini pendaftaran lelang jabatan eselon ...

error: Content is protected !!