Sabtu , 20 Juli 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Siskeudes Benteng Tak Berjalan

Siskeudes Benteng Tak Berjalan

BENTENG – Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Kabupaten Benteng, sudah memasuki bulan kelima tahun 2019 ini masih belum berjalan. Meskipun beberapa hari lalu sudah ada pertemuan untuk membahas penyelesaian sebagai syarat agar Siskeudes bisa dilaksanakan, namun buktinya hingga saat ini belum berjalan.

Ketua Apdesi Kabupaten Benteng, Sutan Muklis SH mengatakan tentu saja pihaknya tidak berani menjalankan Siskeudes, tanpa dasar yang jelas. Hal ini juga berakibat pada semua anggaran untuk desa belum juga bisa dicairkan. “Payung hukumnya saja sampai saat ini masih belum ada,” jelasnya.

Payung hukum yang dimaksud oleh Sutan adalah Perbup untuk proses pembuatan dan legalitas Siskeudes. Termasuk didalamnya adalah pendirian BUMDes. Diakui Sutan, semua desa pada dasarnya siap membentuk BUMDes untuk menjalankan anggaran yang nantinya akan mengalir melalui Dana Desa (DD) dan juga (Alokasi Dana Desa) ADD.

Untuk kewajiban dari desa seperti laporan realisasi, yang juga menjadi syarat administrasi. Namun, karena hal tersebut belum jelas termasuk rekomendasi penerimaan atas kegiatan tahun lalu, tentu kades tidak akan berani meletakkan pos belanja dari keuangan di pemerintahan desa sebelum ada titik terang, antara lain ada dasar atau payung hukum.

Sehingga produk yang dijalankan jika dipaksanakan tanpa dasar hukum rawan sekali akan menyebabkan kades terjerumus dalam proses hukum. “Kami tidak mengetahui apakah hal ini memang jebakan atau ada sentimen dari pihak tertentu,” ujar Sutan.

Plt.Sekda Benteng, Edy Hermansyah P.hD menjelaskan untuk proses terkait Siskeudes di seluruh desa se Kabupaten Benteng, pihaknya sedang berupaya menyelesaikan. Termasuk juga dengan payung hukum melalui Perbup, yang akan ditargetkan bisa selesai dan anggaran untuk desa bisa dicairkan sepenuhnya sesuai aturan.

“Target kami sebelum libur lebaran,” demikian Edy.(vla)

Berita Lainnya

Terancam Kehilangan Tunjangan Sertifikasi

BENTENG – Kurangnya jumlah siswa baru di setiap sekolah akan berdampak buruk pada guru. Dimana ...

error: Content is protected !!