Minggu , 15 Desember 2019
Home / Berita utama / Tafsir Surah Ar-Rahman (Part 2)

Tafsir Surah Ar-Rahman (Part 2)

Rohimin

MENGAPA DINAMAKAN SURAT AR-RAHMAN?

Surat ini dinamakan surat ar-Rahmân karena surat ini diawali dengan nama Allâh ar-Rahmaan. Ar-Rahmaan berarti Yang memiliki kasih sayang kepada seluruh makhluk di dunia dan kasih sayang kepada orang-orang yang beriman di akhirat.

Syaikh Muhammad Amin bin Muhammad Mukhtar asy-Syinqithi rahimahullah mengatakan, “Firman Allâh: ‘Ar-Rahmân dan ar-Rahîm’ adalah dua sifat yang dimiliki oleh Allâh Azza wa Jalla dan dua nama di antara al-Asmâ’ al-Husnâ (Nama-nama terbaik) Allâh. Dia dibentuk dari kata dasar ar-rahmah (kasih sayang) namun dengan bentuk kata mubâlaghah (bentuk kata yang menunjukkan makna sangat atau sering-red). Nama ar-Rahmân lebih kuat penekanannya daripada ar-Rahîm. Karena ar-Rahmân artinya Yang sangat memiliki kasih sayang kepada seluruh makhluk di dunia dan kasih sayang khusus kepada orang-orang yang beriman di akhirat; Sedangkan ar-Rahîm artinya Yang sangat memiliki kasih sayang kepada orang-orang yang beriman di hari kiamat. Pendapat inilah yang dipegang oleh kebanyakan Ulama.

SEBAB TURUNNYA AYAT

Sebagian Ulama menyebutkan sebab turunnya ayat ini, akan tetapi tidak terdapat riwayat yang shahih yang menunjukkan hal tersebut. Di antara sebab turunnya ayat yang disebutkan dalam buku-buku tafsir adalah sebagai berikut:

  1. Surat ini adalah jawaban Allâh Azza wa Jalla terhadap pertanyaan orang-orang musyrik yang berkata, “Siapakah ar-Rahmân itu?” sebagaimana terdapat pada ayat artinya; Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Sujudlah kalian sekalian kepada yang Maha Penyayang (ar-Rahmân)!”, Mereka menjawab, “Siapakah yang Maha Penyayang (ar-Rahmân) itu? Apakah kami akan sujud kepada Rabb Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).” [Al-Furqân /25: 60]

Kemudian dijawab oleh Allâh Azza wa Jalla dengan surat ar-Rahmân.

  1. Surat ini adalah sebagai jawaban dari perkataan penduduk Mekah ketika mereka mengatakan, “Sesungguhnya al-Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia.” sebagaimana terdapat pada ayat artinya; Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: ‘Sesungguhnya Al-Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).’ Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad) belajar kepadanya bahasa ‘Ajam (selain Arab), sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.” [An-Nahl /16: 103]

Surat ini sebagai bantahan kepada mereka dan penegasan bahwa yang mengajarkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Allâh Azza wa Jalla , bukan manusia. Dan disebutkan di dalam buku-buku tafsir sebab turunnya yang lain.

KEUTAMAAN SURAT AR-RAHMAN

Surat ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan surat ini kepada para jin secara khusus dan mereka tidak mendustakan kenikmatan-kenikmatan yang Allâh telah berikan kepada mereka.
  2. Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu , dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk menemui para Sahabat Beliau, kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan surat Ar-Rahmân kepada mereka dari awal hingga akhir surat, kemudian mereka pun diam. Kemudian Beliau berkata, “Saya telah membaca surat ini kepada para jin di malam pertemuan dengan jin, kemudian mereka lebih baik responnya daripada kalian. Ketika saya membaca ayat, (yang artinya, “Maka nikmat-nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?” Mereka menjawab, “Tidak ada sesuatu apapun dari nikmatmu wahai Rabb kami yang kami dustakan, untuk-Mu segala pujian.”
  3. Surat ini diawali dengan nama Allâh ar-Rahmân. Tidak ada surat di dalam al-Qur’an yang diawali dengan nama Allâh Azza wa Jallaecuali surat ini.
  4. Tidak ada surat yang ayatnya diulang sampai 31 kali kecuali di dalam surat ar-Rahmân.
  5. Pada surat ini disebutkan berbagai macam kenikmatan yang Allâh berikan kepada para hamba-Nya, Allâh Azza wa Jalla juga menyebutkan sebagian sifat neraka dan beberapa sifat surga. Ini merupakan kenikmatan yang sangat besar yang Allâh Azza wa Jalla berikan kepada semua makhluk di dunia dan kenikmatan yang sangat menakjubkan untuk orang-orang yang beriman kepada-Nya di hari akhir nanti.
  6. Allâh Azza wa Jalla menggunakan metode penyampaian targhîb dan tarhîb dalam surat ini dan juga menggunakan metode penyampaian dengan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada dua makhluk yang dibebankan syariat, yaitu manusia dan jin.

KEISTIMEWAAN YANG TERKANDUNG DI DALAM PENGULANGAN DI DALAM SURAT AR-RAHMAN

Di dalam surat ar-Rahmân terdapat empat jenis pengulangan, yaitu:

Pengulangan huruf

Di dalam surat ini terdapat empat huruf yang sangat berkaitan dengan makna yang terkandung di dalam surat ini, yaitu: râ‘, lâm, mîm dan nûn. Kalau kita lihat peletakan huruf tersebut maka terdapat keseimbangan dan keselarasan ketika kita membacanya.

Pengulangan madd (panjang)

Seluruh ayat diakhiri dengan madd yang sebelumnya adalah fathah. Kecuali pada ayat ke-17, ke-29 dan ke-43, yaitu: Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya.” [Ar-Rahmân / 55: 17]

Ayat ini tidak diakhiri dengan madd dengan sama dengan ayat-ayat lainnya pada surat ini. Begitu juga ayat berikut ini artinya: Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. [Ar-Rahmân /55: 29]

Juga firman-Nya artinya: Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.” [Ar-Rahmân/55: 43]

Pengulangan kata

Pada surat ini diulang beberapa kata, seperti pengulangan kata al-mîzân (neraca/timbangan):Dan Allâh telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (8) Supaya kalian jangan melampaui batas tentang neraca itu. (9) Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kalian mengurangi neraca itu.” [Ar-Rahmân: 7-9]

Selain lafazh al-mizân dan lafazh al-ihsân (kebaikan) juga diulang-ulang: Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) [Ar-Rahmân/55:60]

Pengulangan kalimat

Firman Allâh Azza wa Jalla artinya: Maka nikmat-nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Ayat ini diulang oleh Allâh Azza wa Jalla dalam surat ar-Rahmân sebanyak 31 kali, yaitu ayat-ayat nomor: 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75 dan 77.

Di dalam ucapan bahasa Arab sangat susah untuk membuat pengulangan dengan empat jenis pengulangan di atas di dalam suatu teks yang mana pengulangan tersebut memiliki makna yang sangat tinggi dan berisi positif, karena kebanyakan pengulangan yang dilakukan oleh orang-orang tidak memiliki makna berbeda dan justru membuat orang bosan untuk membacanya.

Berbeda dengan surat ar-Rahmân, pengulangan tersebut telah disusun sedemikian rupa oleh Allâh Azza wa Jalla sehingga surat ar-Rahmân memiliki keseimbangan, keselarasan dan keindahan baik dari segi huruf-huruf, kata-kata, intonasi, kalimat dll.(**)

Berita Lainnya

Diduga Mesum, Oknum Pjs Kades di Bengkulu Selatan Digerebek Warga

PINO RAYA– Oknum Pejabat Sementara (Pjs) Kades Talang Padang Kecamatan Pino Raya, Sy, digerebek warga ...

error: Content is protected !!