Senin , 20 Mei 2019
Home / Borgol / Tetap Proses Kasus TKK PDAM

Tetap Proses Kasus TKK PDAM

Jeki Rahmat Mustika

CURUP – Perlahan tapi pasti, penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL) masih terus melakukan penyelidikan dugaan penyelewengan dana Tunjangan Kompensasi Kerja (TKK) karyawan di lingkungan PDAM Tirta Dharma Kabupaten RL. Terbaru, Penyidik sudah melakukan ekspose di BPKP Perwakilan Bengkulu terkait hasil penyelidikan mereka.

Dimana diketahui sebelumnya, Unit Tipikor Satreskrim Polres RL menindaklanjuti adanya informasi pemotongan diduga dilakukan sejak Mei 2018 lalu. Pemotongan dengan kisaran antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu setiap bulannya. Namun memang tidak seluruh karyawan yang mendapatkan pemotongan TKK tersebut.

Kapolres RL AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.IK kepada RB mengungkapkan, sebelumnya mereka sudah melakukan pemanggilan klarifikasi kepada lebih dari 15 orang. Mulai dari Pimpinan PDAM Tirta Darma, Dewan Direksi hingga karyawan PDAM Tirta Darma, termasuk pejabat dilingkungan Sekretariat Kabupaten RL.

‘’Penyelidikannya masih berjalan dan setidaknya lebih dari 15 orang sudah kita klarifikasi terkait dugaan penyelewengan TKK di lingkungan PDAM Tirta Darma. Bahkan Selasa (15/5), penyidik kita sudah lakukan ekspose di BPKP Bengkulu dan tinggal menunggu hasilnya saja,’’ terang Jery.

Ditambahkan Jery, ekspose di BPKP tidak lain untuk kepentingan proses penyelidikan yang sudah mereka lakukan. Salah satunya untuk mengetahui apakah perkara ini bisa dilanjutkan ke penyidikan atau bagaimana. ‘’Kita belum bisa membeberkan lebih banyak, karena lebih bagus menunggu hasil dari BPKP nantinya. Tapi yang jelas penyelidikan masih kami lanjutkan,’’ tutup Jery.

Sebelumnya, dari hasil konfirmasi yang pernah dilakukan RB, Direktur PDAM Tirta Darma Orin Retnowati menjelaskan, bahwa TKK dibayarkan sesuai kehadiran kerja karyawan. Artinya kalau memang tidak masuk kerja, jelas tidak akan dibayarkan. Kemudian TKK dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulannya, setelah dilakukan pemotongan berdasarkan surat kuasa masing-masing karyawan.

Pemotongan dilakukan salah satunya untuk pembayaran angsuran pinjaman karyawan kepada pihak ketiga atau pihak bank. Pemotongan tersebut dikumpulkan dan dibayarkan setiap tanggal 25 sesuai angsuran bank masing-masing karyawan. Kalau mereka yang tidak ada tanggungan angsuran, TKK tetap diberikan utuh.(dtk)

Berita Lainnya

Terlindas Truk, Siswi Tewas

BENGKULU – Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban tewas terjadi di ruas Jalan RE Martadinata, ...

error: Content is protected !!