Senin , 20 Mei 2019
Home / Daerah / Seluma / Tutup Tambak Udang PT MTS

Tutup Tambak Udang PT MTS

LANGGAR IZIN: Tambak udang milik PT. MTS di Desa Genting Juar, Kecamatan SAM yang akan ditutup oleh Pemkab Seluma dengan tidak memperpanjang izin lokasi lahan.(foto: yayan/rb)

SELUMA – Sekretaris Daerah (Sekda) Seluma yang juga Ketua Tim Percepatan Berusaha Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma, Irihadi, M.Si, bersikap tegas. Pihaknya tidak akan memperpanjang izin lokasi dan akan menutup tambak udang PT. Maju Tambak Subur (MTS) di Desa Genting Juar, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM). Ini dilakukan Pemkab Seluma merespon kebandelan PT. MTS yang tidak kunjung memenuhi tuntutan yang telah disampaikan melalui surat peringatan yang telah dua kali dilayangkan.

‘’Surat peringatan tak diindahkan oleh PT. MTS. Solusi terakhir, kita tutup tambak ini dengan tidak memperpanjang izin lokasinya,’’ tegas Irihadi kepada RB, kemarin (14/5).

Dijelaskan Irihadi, sikap tegas ini dilakukan Pemkab Seluma sesuai tuntutan yang disampaikan oleh dinas teknis yang berhubungan dengan usaha tambak udang yang dikelola PT. MTS. Salah satunya adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) tambak yang selama tiga beroperasi tak juga dipenuhi.

‘’Keputusan kita ini sudah bulat, jadi tambak udang tersebut akan kita tutup akhir Mei ini sesuai batas izin lokasi yang telah dikeluarkan selama tiga tahun,’’ kata Irihadi.

Lanjutnya keputusan Pemkab Seluma untuk tidak memperpanjang izin lokasi tambak udang telah dibahas dalam rapat bersama tim percepatan berusaha Pemkab Seluma bersama OPD terkait. Pertimbangan lainnya yang menguatkan dan menyakinkan Pemkab Seluma tidak memperpanjang izin lokasi tersebut, karena sikap membangkang PT. MTS yang tidak pernah mengindahkan surat peringatan yang telah dua kali disampaikan tersebut.

‘’Kita sangat terbuka dengan adanya investor yang menanamkan modalnya di Seluma, tapi kita ada aturan yang harus ditaati. Selama itu dipenuhi, kita tetap dukung keberadaan investor tersebut berusaha di Kabupaten Seluma,’’ imbuhnya.

Namun demikian kata Irihadi, pihaknya masih membuka kesempatan bagi PT. MTS jika masih ingin melanjutkan usaha di Kabupaten Seluma. Yakni penuhi semua tuntutan yang telah disampaikan, maka izin akan diperpanjang.

‘’Izin lokasi yang kita berikan kepada PT. MTS selama tiga tahun, sebenarnya adalah tahapan untuk menerbitkan Hak Guna Usaha (HGU) lahan yang dikelola PT. MTS. Namun karena ini dilanggar maka HGU tersebut batal kita terbitkan,’’ ujarnya.

Tambah Irihadi, selama tiga tahun berinvestasi di Kabupaten Seluma, PT. MTS tidak memenuhi kewajiban menyetor PAD ke Pemkab Seluma. Kenyataan demikian juga menjadi alasan kuat pihaknya tak memperpanjang izin lokasi.

‘’Selama tiga tahun berusaha, mereka (PT. MTS) cuma membayar pajak reklame sebesar Rp 15 juta setahun. Baru diawal 2019 ini mereka mengurus PBB, yak ni di penghujung berakhirnya izin lokasi,’’ sampainya.

Sementara itu, ketika RB mencoba mengkonfirmasi ke pimpinan PT. MTS, Cahyadi, belum didapatkan jawaban. Dihubungi melalui ponselnya juga pesan WhatsApp, hingga berita ini disusun belum ada jawaban.(aba)

Berita Lainnya

Pembangunan Seluma Menggeliat

SELUMA – Pembangunan di Kabupaten Seluma akan menggeliat. Seiring dengan paket proyek yang sudah mulai ...

error: Content is protected !!