Selasa , 21 Mei 2019
Home / Pemilu / 18 Hari Dirawat, Pengawas Meninggal

18 Hari Dirawat, Pengawas Meninggal

MENINGGAL: Pengawas TPS, Arief Sutrisno (37) meninggal dunia setelah sempat dirawat 18 hari.(foto: shandy/rb)

ULOK KUPOI – Kabar meninggalnya penyelenggara pemilu akhirnya juga terjadi di Bengkulu Utara (BU). Arief Sutrisno (37) Pengawas TPS 5 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Ulok Kupoi meninggal dunia di rumahnya pukul pukul 15.00 WIB, kemarin.

Ia meninggal setelah dua hari pulang ke rumahnya Senin (13/5) lalu setelah 18 hari sempat dirawat di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Bengkulu. Korban menderita sakit dan mulai berbicara ngelantur  sejak usai pleno tingkat kecamatan atau tingkat PPK.

Setelah itu ia mengalami demam tinggi dan akhirnya dibawa ke puskesmas. Arif lantas dirujuk ke RSKJ lantaran kondisinya yang mulai memburuk. Namun, Senin lalu keluarga hendak membawanya pulang dan memindahkannya ke klinik rawat inap Ketahun.

Ketua Panwascam Ulok Kupoi, Mulyadi menerangkan selama bertugas di TPS, Arief tidak ada masalah berarti. Hanya saja sejak 17 April, hingga pleno PPK Arief mengaku kelelahan lantaran bekerja lembur. Belum lagi ia juga tengah melakukan program diet mengurangi makan. “Kami juga bingung, setelah sakit, omongannya tidak nyambung lagi. Makanya dirujuk ke RSKJ,” katanya.

Pada Tanggal 19 April, PPK sudah menyelesaikan pleno. Sejak itu, tambah Mulyadi, ia mengetahui Arief yang juga berstatus honorer puskesmas ini kembali bekerja lembur di kantornya. “Jadi memang kami akui tenaganya terkuras habis,” kata Mulyadi.

Terpisah, Komisioner Bawaslu BU, Tugiran, M.Pd mengatakan Bawaslu sangat berduka. Apalagi kejadian itu persis terjadi saat tahapan pleno kecamatan sudah tuntas. “Tugas Pengawas TPS hingga Panwascam memang sangat sibuk hingga pleno Kecamatan,” ujarnya.(qia)

Berita Lainnya

Siap Mendukung Keputusan KPU

BENGKULU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil Pemilu 2019 termasuk Pemilihan Presiden (Pilpres), ...

error: Content is protected !!