Sabtu , 20 Juli 2019
Home / Metropolis / Penertiban PKL Liar Usai Lebaran

Penertiban PKL Liar Usai Lebaran

Dedy Wahyudi

BENGKULU – Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE, MM menegaskan, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada Dinas Pasar sampai lebaran Idul Fitri agar menindak tegas pedagang yang masih berjualan sembarangan.

“Penataan pasar ini jujur memang suasananya sedang Ramadan. Terutama para pedagang sedang lagi cari penghasilan. Yang jelas setelah lebaran ini akan kita tata kembali,” kata Dedy.

Untuk penataan kawasan Pasar Panorama, diungkapkan Dedy, tahun ini akan dibangun tempat khusus bagi pedagang yang berjualan di dalam dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar dari APBD. “Setelah bangunan ini selesai dibangun, maka nanti seluruh pedagang yang berjualan di luar itu kita minta untuk berjualan di dalam yang sudah disediakan oleh pemerintah. Jadi tidak ada alasan lagi untuk berjualan di luar nantinya,” terang Dedy.

Sementara untuk kawasan Pasar Minggu, lanjut Dedy, musibah kebakaran yang terjadi di kawasan PTM serta kawasan dekat Pasar Minggu Bertingkat menjadi pertimbangan tersendiri yang memerlukan waktu untuk pembenahan bersama.

“Kita sedang dilanda dua kejadian musibah kebakaran, beberapa pedagang memang ada yang berjualan di luar itu akibat dampak musibah kebakaran. Namun setelah lebaran ini kita akan fokus lakukan penataan keseluruhannya. Agar kawasan itu kembali tertata rapi,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Rena Anggraini, menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu masih setengah hati dalam menertibkan keberadaan PKL bandel berjualan sembarangan. Bahkan kinerja Satpol PP Kota Bengkulu selama ini dianggap tidak konsisten apabila membiarkan pedagang Pasar Panorama dan pasar lainnya yang semrawut dengan alasan sibuk kegiatan lainnya.

“Penertiban terhadap pedagang yang berjualan secara sembarangan dibadan jalan, sudah merupakan tugas pokok dan fungsi Satpol PP Kota selaku penegak Peraturan Daerah (Perda). Bukan malah sekarang terkesan dibiarkan dan lemah pengawasan dilapangan. Inilah yang sangat kita sayangkan,” terangnya.

Selain itu lanjut Rena, tidak ada alasan bagi Satpol PP kota untuk tidak menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan secara sembarangan itu. Ia berharap Pemerintah Kota terkhusus Satpol PP harus konsisten dalam menegakkan Perda tersebut.

“Justru kita mempertanyakan kenapa malah pemkot tidak berani menertibkan kawasan pasar itu agar lebih baik penataannya? Kalau sekarang terus dibiarkan, lama-lama kawasan pasar akan makin semrawut dan kotor,” tukasnya.(new)

Berita Lainnya

Banyak Lapak Liar, PAD Tak Maksimal

BENGKULU – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pedagang Pasar Panorama tahun 2018 lalu, sebesar ...

error: Content is protected !!