Selasa , 21 Mei 2019
Home / Metropolis / Satpol PP Datangi Kafe dan Warnet

Satpol PP Datangi Kafe dan Warnet

RAZIA:  Petugas Satpol PP Kota Bengkulu saat memeriksa identitas perempuan yang sedang berada di salah satu kafe di Pantai Panjang. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Meski masih dalam suasana bulan Ramadan, ternyata tempat hiburan malam khususnya di Jalan Pariwisata Pantai Panjang masih ada saja pengunjungnya. Hal ini terungkap saat petugas Satpol PP Kota Bengkulu melakukan razia Selasa (14/5) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dari tiga kafe malam yang didatangi tersebut, satu diantaranya ditemukan pengunjung yang sedang santai duduk di dalam kafe. Satpol PP pun langsung melakukan pemeriksaan identitas. Usai memeriksa identitas, Satpol PP mengingatkan pengelola kafe agar tidak buka melebihi batas waktu yang telah ditetapkan.

“Pelaku usaha harus mengerti peraturan yang sudah kita tetapkan. Salah satunya tidak buka melebih pukul 00.00 WIB,” terang Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi, S.Sos.

Tidak hanya kafe malam saja, namun Satpol PP juga mendatangi warnet Rizky di Kelurahan Penurunan. Warnet tersebut dilaporkan aktivitasnya sering membuat resah warga sekitar, terlebih lagi mereka beraktivitas sering sampai dinihari. Bahkan sering terjadi keributan.

Saat didatangi, ternyata warnet tersebut dalam kondisi tertutup pintunya. Kendati demikian, petugas tetap menggedor pintu warnet tersebut. Selang 30 menit kemudian, barulah pintu dibuka. Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya, petugas pun menyita 1 unit CPU warnet agar pemilik warnet bisa berkordinasi dengan pihak Satpol PP terkait jam aktivitas warnet tersebut.

“Mereka melanggar Perda 03 tahun 2008 tentang perda ketentraman dan ketertiban. Yang meresahkan adalah jam operasinya dan sering terjadi keributan disana,” jelas Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi, S.Sos.

Sementara itu, Lurah Penurunan, Lina Marlina mengatakan ada beberapa tempat di Kelurahan Penurunan yang dinilai meresahkan masyarakat sekitar. Beberapa tempat tersebut antara lain warnet Rizky dan warnet Yunike yang mana warnet ini sering terjadi keributan. Selain itu juga waktu operasinya bisa sampai sampai pukul 03.00 WIB.

Pihaknya sering mengajukan kesepakatan kepada pemilik warnet agar tutup pukul 11.00 WIB tetapi tak dihiraukan. Bahkan sudah sering pihaknya bersama RT setempat menegur usaha warnet tersebut tapi hanya terjadi beberapa hari saja kemudian terulang kembali apa yang diresahkan warga.

“Ya kami sering menegur warnet tersebut, tetapi selang beberapa hari kemudian kembali lagi ulahnya yang beroperasi sampai jam 3 subuh bahkan sering terjadi keributan sehingga kami masyarakat resah. Akhirnya kami laporkan ke Satpol PP,” ujarnya.(cw1)

Berita Lainnya

Danlanal Bengkulu Lantik Komandan KAL Pulau Mego

BENGKULU– Danlanal Bengkulu, Letkol Laut (P) M. Andri Wahyu Sudrajat, ST resmi melantik Lettu Laut ...

error: Content is protected !!