Kamis , 27 Juni 2019
Home / Daerah / Mukomuko / DKP Sidak Nelayan Penerima Bantuan

DKP Sidak Nelayan Penerima Bantuan

TRADISIONAL: Nelayan tradisional Mukomuko masih menggunakan jokong. (foto: peri/rb)

MUKOMUKO – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mukomuko gelar Inspeksi mendadak (Sidak) pada melayan yang terima bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ini diungkapkan Kabid Perikanan Tangkap DKP Mukomuko, Nasyyardi, S.Pi, Jum’at (17/5).

Nelayan yang disidak yakni nelayan yang menerima alat tangkap dari KKP, yang pengajuannya khusus untuk ganti alat tangkap trawl. Sidak tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev). “Sasaran pertama adalah nelayan di Kota Mukomuko dan Teramang Jaya,” papar Nasyyardi.

Sedikistnya ada 300 unit lebih kapal di wilayah tersebut. Beberapa diantaranya pernah mengajukan dan mendapatkan bantuan pergantian alat tangkap trawl. Sehingga KKP saat itu menurunkan sejumlah bantuan alat tangkap pengganti.

Diantaranya jaring berukuran 2,5 inc, 3 inc, dan beberapa ukuran jaring lainnya. Jumlahnya sampai ribuan pice. ‘’Kita tidak sendiri, tapi bersama DKP Provinsi Bengkulu,” jelas Nasyyardi.

Untuk kegiatan tersebut tim Monev dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama dipimpin Kepala DKP Mukomuko, Eddy Aprianto, SP, M.Si, untuk nelayan penerima bantuan di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko. Kemudian dipimpin Kabid Perikanan Tangka ke wilayah Kecamatan Teramang Jaya.

‘’Untuk evaluasi pada nelayan penerima bantuan, untuk Kota Mukomuko langsung dipimpin Pak Kadis. Sedangkan evaluasi nelayan penerima bantuan di Kecamatan Teramang Jaya dipimpin langsung oelh Pak Kabid bersama jajaran,” jelas Nasyyardi.

Kegiatan iniuntuk memastikan nelayan penerima bantuan tidak lagi memakai trawl. Mereka harus memanfaatkan alat tangkap yang sudah diberikan KKP.

‘’Pengawasan akan terus dilakukan oleh kabupaten maupun provinsi. Ini untuk memastikan tidak ada lagi nelayan penerima bantuan yang menggunakan trawl,” ujarnya.

Ia tidak menampik, masih ada saja oknum nelayan penerima bantuan yang masih gunakan alat tangkap jenis trawl sebagai alat tangkap andalan mereka. “Kami terus berusaha meyakinkan nelayan bahwa alat tangkap jenis trawl itu dilarang. Bahkan pengguna alat tangkap itu bisa terancam pidana,” tandasnya.(hue)

Berita Lainnya

Dinkes Akan Bangun Gedung Kedaruratan

MUKOMUKO – Dana Rp 1,3 miliar dikucurkan untuk membangun gedung sentral informasi penanganan kedaruratan. Dananya ...

error: Content is protected !!