Jumat , 28 Februari 2020
Home / Metropolis / Tiket Pesawat Mahal, Mulai Beralih ke Bus

Tiket Pesawat Mahal, Mulai Beralih ke Bus

SIAP BERANGKAT: Peningkatan jumlah penumpang bus terus terjadi jelang arus mudik tahun ini. Penumpang mulai banyak beralih ke jalur darat karena ongkos pesawat terbang masih tergolong mahal. (foto: yudi/rb)

BENGKULU –  Alat transportasi darat seperti bus beberapa tahun belakangan menjadi alternatif terakhir yang digunakan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Perjalanan yang cukup memakan banyak waktu menjadi satu dari banyaknya alasan yang menyebabkan masyarakat beralih ke moda transportasi lain.

Namun tahun ini, bus nampaknya bakal kembali menjadi priamdona warga yang akan mudik. Harga tiket pesawat yang melambung tinggi, membuat beberapa calon pemudik berpikir ulang untuk naik pesawat. Alhasil, meski masa arus mudik masih lama, namun sejumlah perusahaan bus mengaku sudah mengalami kenaikan jumlah penumpang.

Salah satunya yang dialami oleh bus Putra Rafflesia. Admin PO Putra Raflesia, Yandri Adi kepada RB Minggu (19/5) mengakui saat ini peminat masyarakat u menggunakan bus kembali meningkat sekitar 20 persen dibandingkan dengan biasanya. Padahal saat ini masih pertengahan puasa dan arus mudik belum mulai.

Melihat kondisi itu, Yandri optimis mendekati lebaran nanti jumlah penumpang bus akan lebih banyak lagi. Dijelaskannya, untuk perharinya bus Putra Raflesia hanya mengangkut 25 sampai 30 orang saja perbusnya. Namun memasuki pertengahan puasa ini, jumlah penumpang naik mencapai 40 orang perbusnya, bahkan terkadang lebih.

“Mengalami kenaikan 5 sampai 10 orang lebih perharinya, berbeda dari hari biasanya, Mungkin H-3 lebaran lebih ramai lebih,” katanya.

Ia menambahkan, untuk tarif sendiri Putra Raflesia masih mengggunakan tarif standar yakni mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 550 ribu tergantung jarak tempuhnya. Nantinya tarif bus mulai mengalami kenaikan pada 14 juni mendatang dengan kenaikan Rp 20 ribu persemua rute. Ia berharap supaya masyarakat mulai melirik bus untuk menjadikan alat transportasi mudiknya.

Saat ini Putra Raflesia sudah menyiapkan 25 unit bus yang siap beroperasi dalam menyambut lebaran nanti. “Mengingat mau lebaran, kita siapkan total 25 unit bus yang siap beroperasi, harganya pun masih normal tidak mengalami peningkatan,”tutupnya.

Sementara itu, staf usaha Perum Damri Bengkulu, Bustaman mengatakan kondisi yang dialami Putra Rafflesia ternyata tak dialami oleh bus Damri. Bahkan perusahaan bus plat merah inipun malah terjadi penurunan penumpang yang biasanya satu bus mengangkut penumpang mencapai 15 orang tapi mulai awal bulan puasa kemarin penumpang hanya di bawah 10 orang saja.

Kemungkinan H-7 lebaran sudah mulai kembali ramai. Untuk tarif sendiri pihaknya menggunakan tarif tengah agar tidak memberatkan masyarakat yang ingin mudik selama lebaran nanti. Untuk tarif bus ekonomi mulai dari Rp 40 ribu sampai Rp 85 ribu sedangkan untuk tarif bus AC mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 110.000.

“Sampai saat ini belum ada lonjakan penumpang yang terjadi, kemungkinan seperti tahun sebelumnya H-7 mulai meningkat, untuk tarif pun kita gunakan tarif yang terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah,” tutupnya.

Sementara itu, pengurus PO Putra Simas, Efan Putra mengatakan diperkirakan tahun ini ada kenaikan jumlah penumpang. Dari hasil pemesanan tiket pun sudah mulai banyak yang booking untuk mudik lebaran nanti. 14 unit bus besar dan 12 unit bus kecil siap beroperasi menyambut lebaran mendatang.

“Kenaikan 10 sampai 20 persen dibanding biasanya, namun kita masih belum tahu karena masih pertengahan puasa, mungkin menjelang lebaran nanti bisa akan lebih naik lagi jumlah penumpangnya,” kata Efan. (cw1)

Berita Lainnya

Dewan Minta Hitung APBD Soal Pemutusan BPJS Kesehatan

BENGKULU – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengevaluasi atau pemutusan kerja sama dengan BPJS Kesehatan …