Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Metropolis / Gaji ASN Pemkot Dipotong 2,5 Persen

Gaji ASN Pemkot Dipotong 2,5 Persen

ASN: Gaji  para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) ini akan langsung dipotong 2,5 persen untuk pembayaran zakat. (foto: wahyu/rb)

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji  para Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 2,5 persen untuk pembayaran zakat tahun ini. Pemotongan gaji nantinya akan dilakukan secara langsung dari bank tempat pencairan gaji kalangan ASN.

“Kita berencana menghimpun dana zakat dari ASN dengan bekerja sama Bank Bengkulu. Pemotongan sebesar 2,5 persen dari gaji. Artinya itu zakat profesi. Zakat profesi ini sangat penting, karena masyarakat miskin di Kota Bengkulu yang belum terakomodir di APBD tentu akan terbantu dengan zakat ini,” terang Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE, MM, kemarin (20/5).

Sebelum melakukan pemotongan gaji tersebut, diungkapkan Dedy, terlebih dahulu dilakukan kesepakatan masing-masing ASN diberikan berupa formulir pernyataan untuk bersedia gajinya dipotong.  “Jadi setelah dipotong (gaji, red) di Bank Bengkulu nanti langsung ditransfer ke Baznas Kota Bengkulu. Kemudian selanjutnya penyaluran zakat untuk masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Sementara itu terkait pemotongan zakat yang akan diberlakukan Pemkot mendapat reaksi dari sejumlah ASN lingkup Kota Bengkulu. Bahkan sejumlah ASN mempertanyakan untuk apa gaji dipotong dengan besaran 2,5 persen dan dana itu mau dikemanakan? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang terus menjadi buah bibir kalangan ASN, terlebih lagi bagi mereka bergaji pas-pasan.

“Ya gaji sudah sedikit, apalagi sudah digadaikan ke bank buat ambil kredit, kini dipotong untuk zakat. Yang namanya bayar zakat itu kan langsung pribadi masing-masing bukan dipaksa dipotong,” keluh salah seorang ASN Pemkot yang enggan namanya ditulis.

Ia juga menilai terkait potongan zakat dinilainya tumpang tindih. Pasalnya, setiap akhir Ramadan, setiap muslim telah mengeluarkan zakatnya masing-masing. “Nah jika pemerintah kembali memotong gaji ASN 2,5 persen dengan tujuan yang sama berarti sudah tumpang tindih. Seharusnya jangan dipaksa dipotong, tapi sukarela bagi yang mampu saja. Sebab kita sendiri masing-masing sudah membayar zakat,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota, Rena Anggraini, SP mengatakan, bahwa kebijakan pemotongan gaji ASN untuk membayar zakat tersebut wajar menimbulkan polemik. Sebab kalangan ASN sendiri sudah membayar kewajiban zakatnya masing-masing.

“Sebelum dilakukan pemotongan gaji ASN harus jelas dulu regulasinya seperti apa. Sebab jangan sampai nantinya menimbulkan gejolak kalangan ASN. Jadi sebaiknya Pemkot harus melakukan sosialisasi dulu terkait rencana pemotongan gaji untuk zakat tersebut. Karena masing-masing ASN ini biasanya sudah membayar zakat secara langsung,” terang Rena. (new)

Berita Lainnya

Dewan Minta Walikota Evaluasi TP2KB  

BENGKULU– Adanya Tim Perencanaan Pembangunan Kota Bengkulu (TP2KB) yang dibentuk oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan, …