Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Bangun Jembatan Darurat dari Sumbangan

Bangun Jembatan Darurat dari Sumbangan

BANGUN: Pemerintah Desa Padang Ulak Tanjung (PUT) dan BPBD Benteng bersama-sama membangun jembatan darurat di lokasi jembatan yang hanyut.(foto: fintah/rb)

BENTENG – Jembatan di Desa Padang Ulak Tanjung (PUT) yang hanyut terbawa arus beberapa waktu lalu, mulai berimbas pada aktivitas warga. Hal ini dikarenakan jembatan tersebut adalah jembatan penghubung desa. Agar memudahkan akses warga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah, terpaksa membangun jembatan darurat sementara waktu.

Pejabat sementara (Pjs) Kades PUT, Tamsil mengatakan jembatan yang dibangun meskipun darurat, dinilai sudah cukup membantu warga menyeberang. “Setidaknya warga bisa menyeberang tanpa harus masuk ke dalam sungai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Benteng, Tomi Marisi M.Si menungkapkan pihaknya bersama pemerintah desa dan warga bergotong royong membangun kembali sarana umum yakni jembatan PUT dengan bahan dari kayu. Sumber dananya berasal dari sumbangan BPBD dan pihak desa. Dijelaskannya banyak perkebunan warga dari kedua sisi sungai dan juga kegiatan warga lainnya yang memerlukan sarana penghubung untuk menyeberangi Sungai Kemuning.

Dikatakannya, sebenarnya tahun ini sudah dianggarkan pembangunan jembatan. Namun karena membutuhkan waktu yang lama, maka jembatan darurtat tersebut bisa menjadi solusi sementara. Setidaknya, jembatan penghubung sementara ini bisa bertahan sampai dengan selesainya pembangunan jembatan permanen yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Saat ini Dinas PUPR juga sudah berkoordinasi untuk pembangunan jembatan tersebut, yang sudah memasuki masa tender untuk menentukan pemenang pelaksanaan pembangunan jembatan. “Jembatan sementara akan bisa digunakan untuk penghubung bagi kegiatan warga,” demikian Tomi.(vla)

Berita Lainnya

Warga Konsumsi Air Sungai Bengkulu

BENTENG – Musim kemarau yang cukup panjang, membuat sumber air bersih mulai berkurang. Bahkan warga ...

error: Content is protected !!