Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Metropolis / Diskop UKM Tutup 200 Koperasi

Diskop UKM Tutup 200 Koperasi

Eddyson

BENGKULU – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Diskop dan UKM) Kota Bengkulu, tahun ini kembali akan menutup 200 unit koperasi yang tersebar di 9 kecamatan di Kota Bengkulu. Ratusan koperasi itu ditutup karena dinilai tidak aktif atau tidak ada kegiatan koperasi sama sekali serta tidak pernah melakukan Rapat Akhir Tahunan (RAT).

Tidak hanya ditutup, namun data 200 koperasi tersebut juga akan dihapus dari data Kementerian Koperasi dan UKM. Kepala Diskop dan UKM Kota Bengkulu, Eddyson mengatakan dengan rencana penutupan itu, maka jumlah koperasi di Kota Bengkulu nantinya hanya tersisa 780 unit saja.

Ditambahkannya, saat ini tim dari Diskop dan UKM Kota Bengkulu sedang melakukan pendataan. Selanjutnya data tersebut akan dikirim ke Kementrian Koperasi dan UKM untuk dihapuskan dari data lembaran. Eddyson sangat menyayangkan penutupan ini dikarenakan sebelumnya banyak sekali yang ingin membuka koperasi tetapi tidak menajalankannya dengan baik.

Padahal diantara koperasi yang akan ditutup itu ada yang memiliki anggota hingga 50 orang. “Ya sangat menyayangkan, padahal anggotanya banyak tetapi tidak berjalan. Nanti, untuk anggota yang koperasinya sudah ditutup, mereka akan satukan di koperasi terdekat yang masih aktif,”ujarnya.

Ditambahkan Eddyson, terkait dengan program Satu Milyar Satu Kelurahan (Samisake) dipastikan tetap berjalan. Saat ini sedang dalam proses audit untuk penutupan anggaran tahun 2018 lalu. Selain itu, tahun ini koperasi di Kota Bengkulu akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 7 miliar yang sudah dialokasikan dalam APBD 2019.

Untuk menyalurkan dana tersebut agar tepat sasaran, pihaknya menggunakan seleksi dan perengkingan koperasi. Koperasi terbaik menurut hasil perengkingan akan mendapatkan bantuan dana untuk digenapkan menjadi Rp 1 Miliar yang semisalnya dana koperasi tersebut ada Rp 300 juta maka akan ditambah Rp 700 juta sehingga jadi genap Rp 1 miliar.

“Tetap berjalan Samisake, dalam waktu dekat ini kita lakukan audit, untuk dana tambahan 7 miliar tersebut akan kita alokasikan ke koperasi yang terbaik menurut hasil rangking,” jelasnya.

Ia berharap koperasi yang aktif tersebut dapat berjalan dan terus menjadi koperasi sehat. Koperasi sehat adalah koperasi yang menggelar RAT, punya usaha yang jelas, ada iuran wajib dan sukarela dan tidak boleh ada investasi. Ada sisa hasil usaha (SHU) dibagi dan punya Nomor Induk Kementerian  (NIK) dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Dijelaskannya, koperasi dapat dinyatakan ilegal, bila tidak lagi melaksanakan ketentuan pemerintah, seperti menggelar RAT, tidak memiliki struktur organisasi kepengurusan resmi dan tidak memiliki usaha jelas.(cw1)

Berita Lainnya

Distribusi BPNT, Dinsos Gandeng Karang Taruna

BENGKULU – Dinas Sosial Provinsi akan bekerja sama dengan Bulog Bengkulu untuk memasok kebutuhan komoditas ...

error: Content is protected !!