Selasa , 18 Juni 2019
Home / Pemilu / GNKR Desak KPU Bentuk TPF

GNKR Desak KPU Bentuk TPF

TUNTUTAN: Perwakilan massa menyerahkan tuntutan kepada Ketua KPU Provinsi Bengkulu untuk disampaikan ke KPU RI.(foto: yunike/rb)

BENGKULU – Aksi demo tidak hanya terjadi di Jakarta, KPU Provinsi Bengkulu juga didatangi puluhan massa. Massa yang menamakan diri Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) ini melaksanakan aksi damai berorasi di depan kantor KPU Provinsi Bengkulu, Rabu (22/5). Aksi dengan pengawalan ratusan polisi/TNI ini berjalan tertib dan aman.

Ada 7 tuntutan dalam aksi GNKR kemarin. Tuntutan pertama meminta KPU agar segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) atas wafatnya para petugas KPPS, kedua  audit forensik IT KPU oleh lembaga independen, ketiga mengusut tuntas setiap indikasi pelanggaran pemilu dalam pilpres dan pileg, keempat meminta KPU dan Bawaslu segera mengambil tindakan atas kelalaian, kesalahan dari anggota KPU dan Bawaslu di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, poin kelima menuntut demokrasi yang jujur dan adil serta selesaikan pemilu secara konstitusional damai adil dan beradab. Keenam, stop pembungkaman demokrasi, dan ketujuh mengimbau dan mengajak masyarakat Bengkulu untuk tidak terprovokasi terhadap situasi dan isu-isu SARA.

“Kita minta 7 tuntutan yang sudah kita sampaikan ke KPU Provinsi Bengkulu bisa disampaikan ke KPU RI,” kata Heru Saputra perwakilan massa yang menyerahkan kertas berisikan tuntutan kepada Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra.

Dikatakan Korlap Aksi Sopyan Suri, tuntutan dari GNKR ditujukan kepada KPU RI. GNKR sendiri mengakui bahwa pelaksanaan pemilu di Provinsi Bengkulu sudah berjalan dengan baik. Hanya saja temuan dugaan-dugaan kecurangan itu terjadi di daerah lain. Sehingga selaku warga negara Indonesia dan hidup di negara demokrasi, maka nurani mereka juga terketuk untuk menggelar aksi solidaritas menuntut pemilu yang jujur dan adil. “Aksi damai yang kita lakukan untuk menyuarakan aspirasi. Kita berharap apa yang kita suarakan bisa disampaikan KPU Provinsi kepada KPU RI,” harapnya.

Peserta aksi kemarin ditemui langsung Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra didampingi Komisioner KPU Provinsi lainnya yaitu Siti Baroroh, Emex Verzoni dan Darlinsyah. Irwan menyampaikan terima kasih kepada peserta aksi karena sudah mengapresiasi kinerja KPU di Provinsi Bengkulu yang dinilai tidak ada permasalahan. Menyatakan KPU di Provinsi Bengkulu sudah menjalankan tugasnya dengan baik, dan tertib.

Sedangkan untuk tuntutan, terang Irwan, dari KPU Provinsi Bengkulu akan menyampaikan dengan mengantarkan secara langsung tuntutan kepada KPU RI. Selain memang tuntutan dari massa aksi agar disampaikan kepada KPU RI, juga karena memang beberapa poin tuntutan dari massa GNKR itu kewenangannnya ada pada KPU RI. “Kita apresiasi aksi damai yang dilakukan GNKR. Aksi ini mereka lakukan sebagai aksi solidaritas untuk penyelenggara pemilu secara nasional,” beber Irwan.

Mengenai tuntutan, sambung Irwan, pada prinsipnya apa yang menjadi tuntutan sejalan dengan semangat lembaga KPU dengan pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil serta mekanisme yang konstitusional. “Artinya kita mengajak mereka siapapun yang belum puas, masih keberatan dengan hasil pemilu yang ditetapkan KPU agar dapat menempuh cara-cara konstitusional,” paparnya.

Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo, S.IK mengatakan kondisi keamanan di Bengkulu secara umum masih kondusif. Meskipun demikian pihaknya tetap menyiagakan personel hingga  250 personel. Kondisi siaga ini sudah berlangsung sejak awal tahapan pemilu dan masih akan berlangsung hingga pelantikan mendatang. Selain aksi oleh GNKR, pihaknya belum menerima pemberitahuan aksi serupa lainnya.(key)

Berita Lainnya

Anggaran KPU Minim

SELUMA – Sidang lanjutan perkara penggelembungan suara yang dilakukan tiga terdakwa anggota Panitia Pemilihan Kecamatan ...

error: Content is protected !!