Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Metropolis / Peluang dan Niat, Picu Korupsi

Peluang dan Niat, Picu Korupsi

MONEV: Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE membuka kegiatan monitoring evaluasi (Monev) pemberantas korupsi bersama KPK RI Rabu (22/5). (foto: wahyu/rb)

BENGKULU- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar rapat Monitoring Evaluasi (Monev) atas rencana aksi daerah pemberantasan korupsi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Bengkulu, Rabu (22/5), di ruang Hidayah.

Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Harun Hidayat menyampaikan capaian Kota Bengkulu sudah bagus. Namun belum dievaluasi secara menyeluruh. “Harus dievaluasi menyeluruh, itu adalah sistem. Jika menemukan celah dan kekurangan selanjutnya harus diperbarui dan disempurnakan lagi dan ini memang sudah seharusnya,” katanya.

Dikatakan Harun, bahwa penyebab korupsi ataupun kejahatan lainnya adalah adanya kesempatan dan niat. “Karena kesempatan tadi dapat kita evaluasi dengan menilik sistem yang ada. Namun untuk niat bukan ranah kami. Sebaik apapun sistem kalau niat masih ada pada diri seseorang untuk korupsi maka ya akan percuma,” ungkapnya.

Terkait soal niat ini, Harun menilai dapat ditanamkan oleh guru, ulama, serta pendidik dan juga saling ingatkan untuk meluruskan niat ke arah pemerintahan yang betul-betil bersih. Harun juga menerangkan pengadaan barang dan jasa serta perizinan masih menjadi bidang yang sangat besar untuk indikasi rawan korupsi. “Apalagi KPK tidak bisa berjalan sendiri, kami perlu bantuan pemerintahan untuk memperbaiki sistem yang memiliki celah cukup rawan dengan tindak pidana korupsi ini,” jelasnya.

Sementara itu Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE mengajak seluruh ASN Kota Bengkulu untuk terus meningkatkan prestasi tanpa korupsi. “Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sungguh-sungguh dalam bekerja dan terus meningkatkan kinerja, mari torehkan prestasi dan terus berupaya menjauhkan diri dari korupsi,” ucap Helmi saat membuka kegiatan rapat.

Selain itu menurut Helmi, birokrasi yang bersih juga menjadi satu solusi yang berdampak baik untuk pendapatan asli daerah (PAD). Untuk mencegah korupsi ini, Pemkot Bengkulu telah menggunakan tapping box untuk peningkatan pajak. “Sampai saat ini Pemerintah Kota terus memperbaiki sistem secara bertahap tentunya dengan indikator yang diberikan tim satgas KPK dengan mengoptimalkan semua pelayanan yang terintegrasi juga PAD lewat tapping box ,” jelas Helmi.

Selain itu, Helmi meminta ada perbaikan pelayan publik. Sebab, hal ini juga sangat penting bagi masyarakat. “Sebab Kota Bengkulu sendiri mempunyai anggaran sedikit namun kemauannya banyak. Ini kita atasi dengan solusi peningkatan pelayanan, kalau pembangunan fisik atau bangunannya sulit dengan pelayanan bagus maka itu akan tertolong,” paparnya.(new)

Berita Lainnya

Distribusi BPNT, Dinsos Gandeng Karang Taruna

BENGKULU – Dinas Sosial Provinsi akan bekerja sama dengan Bulog Bengkulu untuk memasok kebutuhan komoditas ...

error: Content is protected !!