Minggu , 8 Desember 2019
Home / Berita utama / Penantang Incumbent!

Penantang Incumbent!

BENGKULU – Bengkulu Selatan dan Kaur diprediksi juga akan mengikuti Pilkada serentak pada 2020 mendatang. Incumbent, baik Bupati BS Gusnan Mulyadi maupun Bupati Kaur Gusril Pausi diprediksi kembali maju untuk melanjutkan kemimpinan dua periode.

Di Bengkulu Selatan muncul dua nama digadang-gadang menjadi penantang Gusnan. Yakni Ketua DPC PDIP Barli Halim, setelah sukses mengantarkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut meraih suara terbanyak dalam Pileg 2019. Langkah Barli untuk maju juga tidak sulit. Mengingat PDIP mendapat empat kursi di DPRD BS. Sebelum bertarung sebagai Cabup BS, Barli juga berpeluang menjadi Ketua DPRD BS periode 2019-2024.

Saat dikonfirmasi Barli menyebut PDIP hampir dipastikan mengusung kadernya untuk bertarung dalam Pilbup BS tahun depan. Bila diminta untuk maju, menurut  Barli, sebagai kader harus siap. Termasuk dirinya.

“Figur di PDIP itu banyak tentunya akan ada usulan dari hasil rapat internal PDIP nanti siapa yang akan diusung,” kata Barli.

Nama lainnya, Ketua DPC Demokrat Faizal Mardianto. Ia mengatakan siap menjadi penantang dan maju  dalam pada Pilbup BS nantinya. Pada pileg lalu Demokrat juga mendapatkan jatah empat kursi. Namun penentuan siapa yang akan maju tentu ada pembahasan lagi dari partai.

“Yang pastinya bila nanti nama saya yang diusulkan tentu saya siap, tapi ya itu tadi Demokrat merupakan partai besar dan orang-orangnya juga semua berhak untuk diusulkan,” paparnya.

Sementara itu, Gusnan saat ini belum mau membicarakan tentang Pilkada 2020. Menurutnya saat ini ia baru saja dilantik menjadi bupati defintif dan kini fokus pada pembangunan kabupaten BS dengan berbagai programnya. “Saat ini kami hanya fokus pada kerja, bersama masyarakat kita bangun kabupaten ini,” singkat Gusnan.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) BS Asprian Toni, S.Sos menjelaskan Kabupaten BS memang akan menyelenggarakan Pilkada 2020 nanti. Namun saat ini lanjut Asprian, pihak KPU masih fokus pada legislatif Pemilu 17 April lalu. “Habis lebaran kita akan mulai persiapan dan perencanaan anggaran untuk Pilkada, karena saat ini masih fokus pada pileg yang saat ini belum ditetapkan,” kata Asprian saat dihubungi.

Agak berbeda dengan peta Pilbup BS, untuk Pilbup Kaur sejauh ini penantang incumbent belum bermunculan. Bahkan belum ada yang menyatakan siap bertarung melawan Bupati Gusril Pausi.

Sejauh ini Gusril masih terbilang kuat. Indikatornya, Ketua DPD Golkar Kaur tersebut mampu mendorong partainya menjadi pemenang Pileg Kaur dengan perolehan 6 kursi di DPRD Kaur.

Kepada RB, Bambang Irawan mantan Ketua Bawaslu Kaur yang juga pemerhati politik di Kaur mengatakan untuk pilkada yang akan datang Gusril Pauzi masih sangat kuat. Dibandingkan dengan tahun 2015, tahun 2020 yang akan datang Gusril sudah mempunyai mesin politik yang lebih baik dan kuat.

“Kalau kita lihat saat ini belum ada muncul calon yang sudah menyatakan siap dan mengkampanyekan diri itu tandanya Gusril ini masih sangat kuat. Bahkan saat ini lebih kuat lagi, apa lagi sebagai ketua Golkar dia mampu merebut 6 kursi di DPRD Kaur. Apa lagi jika nantinya Gusril dapat memilih calon yang tepat untuk maju di Pilkada 2020,” kata Bambang Irawan.

Selain Golkar, PDIP Kaur juga mendapatkan tiga kursi di DPRD Kaur dan berpeluang berkoalisi dengan parpol lain untuk mengusung kandidat calon bupati di pilkada tahun 2020 yang akan datang. Namun saat ini belum ada kader PDIP yang nampaknya siap untuk maju bertarung di Pilkada 2020 yang akan datang.

Kepada RB, Ketua PDIP Kaur Martina Sulistiawati mengatakan kalau PDIP masih menunggu kader yang siap untuk mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati. Sementara di luar kader pihaknya juga belum ada pinangan dari kandidat calon lain yang ingin maju di pilkada 2020 mendatang.

“Untuk saat ini yang pasti di pilkada yang akan datang kita akan mengutamakan kader. Siapa kader yang akan maju kita tunggu saja nanti, karena belum kita bahas. Kita juga tidak menutup kemungkinan berkualisi dengan parpol lain untuk maju di pilkada 2020,” kata Martina Sulistiawati.

Selain Golkar dan PDIP, tidak ada parpol lain di Kaur yang mendapatkan tiga kursi lebih. Sehingga kemungkinan mengusung kandidat calon sendiri di pilkada 2020 yang akan datang cukup sulit. Apa lagi dengan kondisi perpolitikan saat ini, bisa saja koalisi nasional bergabung di daerah terutama pilkada.

Sementara itu saat ini beredar dua kandidat yang akan menantang Gusril di 2020 yaitu Dewi Coryati dan AKBP Lismidianto. Namun Dewi Coryati yang lolos kembali ke DPR RI dipastikan tidak ikut pilkada Kaur. Sementara selain dua kandiat ini belum ada calon lain yang terdengar akan ikut pilkada 2020 yang akan datang.

Calon yang di gadang-gadang juga akan maju pilkada Kaur 2020 yang akan datang AKBP Lismidianto yang saat ini bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu. Mengaku sudah banyak masyarakat Kaur yang memintanya maju pilkada 2020 yang akan datang. Namun sampai saat ini Lismidianto masih belum membulatkan diri untuk maju di pilkada 2020 yang akan datang.

“InsyaAllah kita maju di pilkada nantinya, namun tetap kita lihat kondisi terlebih dahulu. Namun permintaan adik sana saat ini sudah banyak untuk kita ikut,” ungkap Lismidianto.

Bermunculan Kandidat Wabup

Melihat peta politik dan jelang pilkada serentak tahun 2024 yang akan datang. Saat ini banyak bermunculan calon wakil bupati yang siap maju mendampingi Gusril Pauzi. Mereka yang nampaknya banyak diminta untuk maju sebagai wakil bupati saat ini adalah Najamudin yang saat ini kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kaur untuk keempat kalinya.

Namun ada juga nama Samhardi Saleh, yang juga pernah mencalonkan diri sebagai bupati Kaur serta tokoh pemekaran Kabupaten Kaur serta politikus dari Demokrat. Di wilayah Maje dan  Nasal, nama Z Muslih juga digadang-gadang juga siap mendampingi Gusril Fauzi. Termasuk kandidat kuat lainnya yaitu Herlian Muhrim dan juga Suardi Abas mantan Kakanwil Kemenag Bengkulu.

Melihat dari peta politik yang ada, kemungkinan Gusril Pausi yang berasal dari eks Kaur Utara akan mencari wakil di wilayah eks Kaur Selatan. Untuk bisa mendapatkan dukungan bulat dari masyarakat Kaur. “Untuk wakil bupati, Gusril dipastikan akan memilih tokoh dari wilayah eks Kaur Selatan dan eks Kaur Tengah. Dan itu wajib, jika ingin kembali memenangkan pertarungan di 2020 yang akan datang,” kata manta Ketua Bawaslu Kaur Bambang Irawan. (cik)

Berita Lainnya

PAPARAN: Salah satu narasumber saat memaparkan materinya pada para peserta.

Tuntut ATLM Profesional Pada Era 4.0
DPW PATELKI Bengkulu Gelar Seminar Nasional

PAPARAN: Salah satu narasumber saat memaparkan materinya pada para peserta. BENGKULU- Dalam menghadapi era revolusi ...

error: Content is protected !!