Jumat , 13 Desember 2019
Home / Berita utama / Bupati Benteng, Ferry Ramli Beberkan PLTA Musi Buka Pintu Air

Bupati Benteng, Ferry Ramli Beberkan PLTA Musi Buka Pintu Air

BENGKULU – Pemprov Bengkulu menggelar rapat evaluasi pasca bencana banjir dan longsor di Gedung Daerah, Senin (27/5). Ikut hadir bupati/wakil walikota yang daerahnya terdampak bencana banjir dan longsor Jumat (26/4) lalu. Menariknya saat evaluasi kemarin, Bupati Bengkulu Tengah (Benteng) Ferry Ramli membeberkan adanya pembukaan pintu air oleh PLTA Musi.

Dikatakan Ferry Ramli, bahwa penyebab banjir dan longsor khususnya di Kabupaten Benteng bukan hanya karena kerusakan hutan di kawasan hulu sungai. Akan tetapi juga dikarenakan adanya pembukaan pintu air PLTA Musi. Padahal curah hujan dengan intensitas tinggi sudah membuat air sungai meluap saat itu, dan semakin diperparah dengan pembukaan pintu air. Penuturan dari Ferry ini lalu memunculkan kesimpulan untuk merancang SOP pembukaan dan penutupan pintu air yang disepakati bersama.

“Dulu saat sosialisasi untuk operasinya PLTA Musi ada beberapa yang takut terendam banjir. Makanya kita minta lihat SOP kembali sehingga kedepan lebih baik lagi, tidak terjadi lagi hal-hal tidak diinginkan.” kata Ferry ditemui usai rapat evaluasi, kemarin.

Selain meminta agar ada evaluasi terhadap pembukaan pintu air tesebut, Ferry juga menegaskan pihaknya bersama dengan Pemprov juga akan melakukan evaluasi terhadap amdal perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan hulu sungai. Hal ini juga sesuai dengan kesimpulan pada saat rapat evaluasi pasca bencana banjir dan longsor kemarin. Benteng sendiri merupakan daerah terdampak paling parah. “Kita akan rapat dengan tim pemprov, termasuk evaluasi amdal juga,” bebernya.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan rapat evaluasi pasca bencana banjir dan longsor antara Forkopimda Provinsi Bengkulu bersama Forkopimda kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu serta stakeholder, selain untuk memvalidasi kerusakan infrastruktur, fasilitas sosial (fasos), faislitas umum (fasum) dari kabupaten/kota. Juga terkait dalam rangka mencari solusi bersama untuk mencegah bencana terulang kembali.

“Bahannya disampaikan bupati/walikota. Untuk diusulkan nanti dan akan dibahas bersama BNPB dengan gubernur, karena itu jangan sampai tercecer,” ujar Rohidin.

Dari hasil rapat juga, sambung Rohidin, juga memastikan akan adanya forum Daerah Aliran Sungai (DAS) terpadu dengan sekretariat khusus. Untuk melakukan gerakan upaya perbaikan DAS di Provinsi Bengkulu, terutama yaitu DAS Ketahun, Air Bengkulu, Air Manna, dan Padang Guci. Bentuk kegiatannya seperti gerakan penanaman pohon, program teknis lainnya seperti pembangunan dam dan pelapis tebing.

Selanjutnya, penanganan kesiapsiagaan dalam bentuk simulasi pelatihan pembentukan satgas bencana tingkat desa, menyiapkan peralatan yang mudah dimobilisasi. Serta penjelasan teknis tentang kebencanaan  agar dilakukan secara masif. Tak hanya mengantisipasi bencana banjir dan longsor, akan tetapi diperlukan kesiapsiagaan untuk bencana gempa dan tsunami karena Bengkulu merupakan daerah rawan gempa dan tsunami.

“Rapat khusus lanjutan nantinya juga akan membahas usulan relokasi jalan nasional di Padang Bakung Seluma, relokasi desa Genting Benteng, pengelolaan PLTA Musi terkait SOP buka tutup dan daya tampung dam termasuk saluran-saluran pengeluaran,” terang Rohidin.

Selain itu menurut Rohidin penting juga rapat khusus lanjutan untuk ketersediaan air bersih, dan pembuatan jalur evakuasi alternatif jalan nasional menghubungkan Benteng-Kepahiang. Sedangkan untuk penanganan pasca banjir yang juga perlu ditindaklanjuti, usulan program normalisasi Sungai Air Bengkulu, pembebasan lahan. Kemudian meminta Perguruan Tinggi (PT) untuk mengevaluasi kinerja dokumen lingkungan perusahaan perkebunan dan pertambangan.

“Minta dari perguruan tinggi karena kalau yang berbicara dari perguruan tinggi akan lebih diterima. Bukan bermaksud menghakimi pada satu pihak tapi betul betul mencari solusi bersama,” pungkas Rohidin.

PLTA Musi Bantah Jadi Penyebab Bencana Banjir

Sebelumnya kepada wartawan RB, Manajer PLN UPDK Bengkulu, I Nyoman Buda membantah bahwa bencana banjir yang melanda Desa Tanjung Alam dan Air Hitam Kecamatan Ujan Mas, disebabkan oleh keteledoran pihaknya khususnya dalam penanganan pintu air bendungan PLTA Musi. Menurutnya semua proses baik uji kelayakan hingga pengelolaan amdal sudah dilakukan oleh PLTA Musi. “Semua proses sudah kita lakukan baik studi kelayakan dan amdalnya. Namun bencana datang tidak bisa kita duga, karena belakangan memang anomali cuaca berdampak pada bencana yang terjadi,” jelas Nyoman.

Terkait pengelolaan pintu air bendungan PLTA Musi, Nyoman juga menegaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan sesuai dengan standar opersional prosedur (SOP) yang ada. Sehingga ia juga mengaku bingung jikalau bencana banjir yang terjadi disebabkan oleh perusahaannya. “Semuanya sudah dilakukan sesuai dengan SOP dan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Kemudian terkait dengan usulan relokasi lahan yang menjadi tuntutan masyarakat sekitar, Nyoman belum bisa memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya tengah serius melakukan perbaikan guna membantu warga desa terdampak, sesuai dengan usulan proposal yang diajukan masyarakat.

“Untuk jalan lintas desa akan segera kita perbaiki. Kemudian untuk perbaikan jembatan, saat ini kami juga sedang mengevaluasi alokasi dana CSR kami. Namun yang jelas kami siap membantu masyarakat,” tegasnya.

Selanjutnya mengenai usulan normalisasi sungai yang disampaikan warga, Nyoman mengaku sektor tersebut diluar kewenangan PT PLN Persero, sehingga ia mengaku pihaknya tidak bisa melaksanakan usulan tersebut. “Kerusakan sungai berada di bagian hulu, jadi tidak bisa dilaksanakan oleh kami. Karena faktor kerusakannya ada di hulu sungai, dan itu tentunya diluar kewenangan kami,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, banjir bandang yang diakibatkan luapan aliran Sungai Musi yang terjadi Sabtu (27/4) lalu, telah merendam hampir seluruh rumah-rumah penduduk di Desa Tanjung Alam dan Air Hitam. Selain itu juga bencana tersebut sempat membuat dua desa tersebut terisolir karena akses jalan tidak bisa dilalui akibat direndam tumpahan aliran air Sungai Musi.(key/sly)

Berita Lainnya

Dikabarkan Sakit, Ipar Ridwan Mukti yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Batal Dilimpahkan

BENGKULU– Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Kamis (12/12) siang menerima pelimpahan kasus dugaan korupsi jalan Kepahiang tahun ...

error: Content is protected !!