Jumat , 13 Desember 2019
Home / Metropolis / Dampak Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Bus Naik 40 Persen

Dampak Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Bus Naik 40 Persen

MELONJAK: Bus Putra Rafflesia menyediakan banyak armada untuk mengangkut para pemudik lebaran tahun ini, yang jumlahnya mulai naik 40 persen. (foto : yudi/rb)

BENGKULU – Tiket maskapai penerbangan masih tinggi, membuat bus menjadi alternatif terakhir para pemudik. Beberapa diantara pilihannya, para pemudik banyak yang memilih pulang kampung menggunakan bus SAN ataupun Putra Rafflesia.  Tercatat hingga Minggu (2/6), lonjakan penumpang pemudik banyak didominasi dengan tujuan ke Jakarta dan Bandung. Operator PO Putra Raflesia, Aswandi mengatakan saat ini lonjakan penumpang bus mencapai 40 persen. Keberangkatan bus paling banyak didominasi dengan tujuan ke Jakarta dan Bandung.

Ia pun tak menampik, naiknya jumlah penumpang tersebut, selain karena mudik lebaran juga dipengaruhhi tingginya tarif pesawat terbang. Kendati demikian, Aswandi mengakui saat ini pihaknya juga mulai menaikkan tarif bus, antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 dibanding hari biasanya.

Untuk tiket sendiri, Aswandi memastikan masih tetap ada. “Ya jumlah penumpang naik dibandingkan tahun sebelumnya, masyarakat banyak yang kembali menggunakan bus,” ungkapnya.

Salah seorang penumpang bus Putra Rafflesia, Otong (35) mengatakan dirinya memilih naik bus untuk mudik ke Bandung. Hal itu dikarenakan tarifnya lebih terjangkau dibandingkan menggunakan pesawat terbang. Walaupun perjelananan menggunakan bus lebih lama tapi setidaknya dengan harga yang terjangkau membuatnya bisa membeli oleh-oleh untuk keluarganya. Terlebih fasilitas bus saat ini sudah nyaman dengan AC dan kursi yang empuk.

“Kalau naik bus harganya lebih murah, jadi saya bisa belanja oleh-oleh untuk keluarga. Kalau naik pesawat gak bisa bawa oleh-oleh,”ujarnya.

Sementara itu, Kabag Umum PT SAN Putra Sejahtera, Freddy Febrianto juga mengakui adanya kenaikan penumpang. Namun kenaikan jumlah penumpang tersebut, tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan bakar minyam (BBM) jenis solar.

Dimana untuk mendapatkan solar, bus SAN terpaksa harus mengantri dari pukul 07.00 WIB pagi hingga 16.00 WIB. Freddy mengatakan kejadian ini dikarenakan suplai BBM Bio Solar yang sangat terbatas dari Pertamina. Situasi ini diakuinya berbanding terbalik dengan kesiapan menjelang angkutan lebaran pada kota lain di pulau Jawa.  (cw1)

 

Berita Lainnya

Sikap Muslim Menghadapi Tahun Baru Miladiyah

MAHA bijaksana Allah SWT yang telah mengatur perputaran Roda Masa, tanpa terasa zaman berputar waktu beredar ...

error: Content is protected !!