Kamis , 21 November 2019
Home / Berita utama / Parpol Pengusung Sengaja Tarik Ulur Calon Wakil Gubernur

Parpol Pengusung Sengaja Tarik Ulur Calon Wakil Gubernur

BENGKULU – Sampai saat ini partai pengusung Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA belum menyepakati dua nama untuk diajukan dalam pemilihan calon wakil gubernur. Sejauh ini empat partai pengusung yakni PKB, PKPI, NasDem dan Hanura belum duduk satu meja merumuskan dua dari empat nama yang sudah disampaikan ke Gubernur. Diketahui empat calon yang sudah masuk ke gubernur adalah Rusli Yakub dari NasDem, Harmedi Rian dari PKPI, Herliardo dari PKB dan Muslihan DS dari Hanura.

Ketua DPP PKPI Provinsi Bengkulu Harmedi Rian mengatakan, kemungkinan dalam waktu dekat ini sudah ada putusan dua nama yang akan diajukan ke gubernur. Dia meminta masing-masing partai menurunkan ego politiknya. Sehingga bisa mengerucutkan dua dari empat nama yang sudah ada. “Mari turunkan ego partai, karena kita sama-sama cinta dengan Bengkulu,” kata Harmedi Rian.

Sejauh ini menurut Harmedi, belum ada polemik dalam pemilihan calon wakil gubernur tersebut. Karena masih dalam tahapan proses untuk menuju pengusulan dua nama ke DPRD Provinsi untuk dipilih. “Sejauh ini polemiknya belum ada,” terangnya.

Sebelumnya sempat beredar kabar kalau sudah ada dua nama akan diajukan. Yakni Rusli Yakub yang diusung oleh NasDem dan Muslihan DS yang diajukan oleh Hanura. Namun belum sejauh ini belum ada putusan resmi terkait hal itu. Kabid Politik Wahana Muda Indonesia (WMI) Bengkulu, Yusliadi menilai keempat parpol pengusung terkesan mengulur Pilwagub. “Kita tidak tahu apa latar belakangnya. Semestinya cukup bertemu dan bermusyawarah. Lalu cari win-win solution,” kata Yusliadi.

Ketua DPD PKB Provinsi Bengkulu Herliardo tidak menampik saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, pembahasan tentang calon wakil gubernur pun saat ini ditunda. Karena masing-masing pengurus partai sibuk mempersiapkan lebaran. “Ya sekarang sedang sibuk dengan persiapan lebaran. Ada yang tengah mudik dan lainnya. Jadi belum ada pembahasan tentang calon wakil gubernur,” terangnya.

Kemungkinan sesudah lebaran ini akan ada pertemuan antara ketua parpol pengusung untuk membahas calon wakil gubernur. “Sesudah lebaran ini kita akan bertemu dan duduk membahas calon wakil gubernur ini,” terangnya.

Sementara itu Pengamat Komunikasi Politik Universitas Bengkulu Drs. Azhar Marwan, M.Si mengatakan, sesuai mekanisme pengisian kekosongan posisi calon wakil gubernur itu diusulkan oleh parpol pengusung atau gabungan parpol pengusung. Artinya parpol pengusung menyampaikan nama calon kepada Gubernur untuk diserahkan ke DPRD Provinsi agar proses pemilihan bisa dilakukan oleh Dewan.

“Karena yang diserahkan Gubernur ke Dewan itu dua nama, maka parpol pengusung bisa menyerahkan dua nama atau lebih. Jika lebih dari dua nama artinya Gubernur bisa menentukan dua nama berdasarkan pertimbangan beliau. Sesuai dengan kriteria yang beliau inginkan,” terang Azhar Marwan.

Sebetulnya parpol pengusung bisa membaca kriteria yang pernah disampaikan Gubernur di media massa beberapa hari yang lalu yaitu profesional dan punya integritas karena banyak pekerjaan berat yang menunggu.  Hal ini harusnya bisa dibaca,  dipahami dan diterjemahkan oleh parpol pengusung. Karena yang akan mendampingi dan membantu Gubernur itu tentu sosok yang cocok dengan dirinya.

“Apalagi sudah mendekati akhir masa jabatan serta hampir memasuki atau menjelang tahun politik 2020. Maka Gubernur tentu punya pertimbangan dan pemikiran sendiri, apabila nama yang disampaikan oleh parpol itu tidak mendekati kriteria yang beliau inginkan,” terangnya.

Dia menilai dengan hanya bersisa lebih kurang setahun masa jabatan, tentunya dalam memilih wakil gubernur, Gubernur akan mempertimbangkan untuk persiapan kontestasi Pilkada 2020 mendatang. Paling tidak yang bisa diajak untuk berpasangan kembali dalam kontestasi tersebut. “Kemungkinan ini bisa saja terjadi. Dari dua nama yang disampaikan oleh parpol itu nanti, gubernur bisa mengembalikan lagi ke parpol jika dia tidak merasa cocok,” terangnya.

Sehingga jalan terbaik memang adalah komunikasi politik serta kompromi politik antara parpol pengusung dengan Gubernur sebelum nama-nama itu disampaikan. Agar masing-masing pihak merasa puas tidak terjadi bahasa media tarik menarik. “Politik kompromi merupakan jalan terbaik sehingga tidak ada yang merasa diabaikan atau win win solution,” tutupnya.(del)

Berita Lainnya

Curup Dilanda Hujan Badai, Atap Rumah Melayang, Jembatan Runtuh

CURUP- Jalur jalan provinsi yang melintasi Jembatan Air Putih Lama Kecamatan Curup di perbatasan Keluarahan ...

error: Content is protected !!