Jumat , 6 Desember 2019
Home / Metropolis / Rumah Sakit Harapan dan Doa Optimis Capai Target PAD Rp 28 Miliar

Rumah Sakit Harapan dan Doa Optimis Capai Target PAD Rp 28 Miliar

BENGKULU – Masyarakat Bengkulu patut bangga dengan hadirnya Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu. Pasalnya sejak berdiri akhir 2013 lalu, dan mulai beroperasi tahun 2014 Pendapatan Asli Daerah (PAD) RSHD kota berjalan secara signifikan.

Untuk diketahui, PAD tahun 2014 tercapai mulai Rp. 900 juta, tahun 2015 terjadi peningkatan tercapai Rp 2,8 miliar, untuk selanjutnya tahun 2016 PAD Rumah Sakit kota mencapai Rp 12 miliar. Selanjutnya di tahun 2017 PAD tercapai Rp 26 miliar, lalu ditahun 2018 PAD rumah sakit tercapai Rp 28 miliar. Kemudian ditahun 2019 ini target PAD sebesar Rp 28 miliar.  “Memasuki triwulan kedua ini, PAD kita sudah tercapai sekitar Rp 14 miliar dan itu baru hitungan sampai bulan Maret. Jadi target sebesar Rp 28 miliar itu insha allah akan tercapai dengan baik. Bahkan di APBD Perubahan ini targetnya akan kita tingkatkan lagi sebesar Rp 30 miliar,” papar Direktur Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu, dr Lista Cerlyviera MM.

Diungkapkan Lista, peningkatan pendapatan asli daerah berjalan siginifikan ini lantaran sejumlah masyarakat kebanyakan memilih berobat ke RS kota pasca RS Tiara Sella tidak bekerjasama lagi dengan pihak BPJS. “Ya kita lihat dari awal tahun peningkatan pasien yang berobat dan membutuhkan pelayanan kesehatan terus meningkat. Sehingga mempengaruhi pendapatan kita,” tuturnya.

Selain itu dikatakan Lista, pembangunan RSUD Kota akan kembali ditingkatkan. Setelah memanfaatkan gedung eks. Kantor Walikota, maka di tahun 2020 mendatang peningkatan pembangunan gedung akan kembali dilanjutkan. “Kita mengusulkan bantuan pusat dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp 35 miliar untuk pengembangan ruangan operasi canggih bertaraf internasional. Ya harapan kita usulan itu diterima, sehingga tahun 2020 bisa dibangun pengerjaan fisiknya,” ungkapnya.

Lanjut Lista, untuk pengembangan Rumah Sakit kota berkaitan dengan kebutuhan alat kesehatan (alkes) tahun ini pihaknya masih menunggu proses pencairan dari bantuan dana provinsi sebesar Rp 10 miliar.

“Rencananya juga dana dari Rp 10 miliar itu untuk pengadaan alat kesehatan CT (computerized tomography)  scan komputerisasi yang canggih. Sebab bagaimana pun rumah sakit ini milik bersama untuk kepentingan masyarakat umum juga,” jelasnya.

Untuk pelayanan yang ada di rumah sakit kota saat ini melayani poli kebidanan, poli bedah, poli anak, poli gigi, poli penyakit dalam, poli umum, poli penyakit syaraf, poli THT, poli mata, poli jantung, poli paru-paru dan lain sebagainya. “RSHD yang terletak di pusat kota yang strategis tentunya menjadi akses masyarakat untuk mudah berobat. Apalagi yang jelas biaya berobat di RSUD kota ini terjangkau dibandingkan dengan Rumah Sakit lainnya,” pungkas Lista.(new)

 

Berita Lainnya

Lelang Sekda Harus Lebih Dari 3 Peserta

BENGKULU – Jumlah pendaftar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) di lingkungan Pemprov Bengkulu, ...

error: Content is protected !!