Jumat , 28 Februari 2020
Home / Metropolis / Inflasi Lebih Tinggi dari Rerata Nasional

Inflasi Lebih Tinggi dari Rerata Nasional

RILIS: Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugerah Kuswardhani, MA didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Budi Hardiyono, M, Si menggelar rilis bulanan bersama media dan OPD terkait, Senin (10/6). (foto: iksan/rb)

BENGKULU – Bulai Mei bertepatan dengan bulan Ramadan, Bengkulu mengalami inflasi cukup tinggi mencapai 1,11 persen. Inflasi ini jauh melampaui rata-rata nasional yang sebesar 0,68 persen. Angka inflasi Mei ini ternyata juga lebih tinggi dibanding inflasi pada tahun lalu untuk  bulan Mei yang juga tepat bersaman dengan bulan Ramadan yang saat itu sebesar 0,58 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Dyah Anugerah Kuswardhani mengatakan empat komoditas utama penyumbang inflasi terbesar yakni naiknya tiket pesawat udara, daging ayam ras, cabai merah dan bawang putih.

Seperti diketahui, tiket pesawat di Bengkulu tergolong mahal, termasuk daging ayam ras dan cabai merah. Bahkan sampai berakhirnya Idul Fitri harga cabai merah masih melonjak mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

Dijelaskan Dyah, komponen tiket pesawat udara memberikan andil sumbangan inflasi yang cukup besar. Jika sumbangan tiket udara dikeluarkan dari angka inflasi posisi Mei, maka di Kota Bengkulu besar inflasi hanya 0,89 persen. Meski begitu Dyah menegaskan, inflasi Kota Bengkulu masih terkerek mendekati posisi aman karena ada beberapa komoditas utama justru mengalami deflasi alias penurunan harga. “Komiditas itu antara lain buah tomat, bawang merah, daging sapi, ikan mujair, dan ikan nila,” bebernya.

Inflasi Kota Bengkulu bulan Mei 2019, sambung Dyah, terjadi pada semua kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 2,91 persen, diikuti kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,53 persen, kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,43 persen, kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,35 persen, kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,19 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen dan kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan inflasi sebesar 0,01 persen.(iks)

Berita Lainnya

Pemilik Akun Palsu Diamankan, Kejati Apresiasi Polda Bengkulu

BENGKULU– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu mengapresiasi Keberhasilan Polda mengungkap pelaku pembuat akun palsu mengatasnamakan Kajati …