Rabu , 21 Agustus 2019
Home / Berita utama / Jalan Provinsi Longsor

Jalan Provinsi Longsor

LONGSOR: Jalan provinsi di Desa Kayu Manis, Kecamatan Sindang Kelingi Rejang Lebong yang badan jalannya sudah nyaris habis. Foto diambil Selasa (11/6). (foto: wanda/rb)

SINDANG KELINGI – Kondisi jalan provinsi yang berada di Desa Kayu Manis Kecamatan Sindang Kelingi yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Curup Rejang Lebong, semakin mengkhawatirkan. Sejak longsor pada bulan April lalu, jalan alternatif dari Curup ke wilayah Kabupaten Kepahiang tersebut saat ini semakin parah. Badan jalan semakin mengecil karena terus tergerus air hujan beberapa ini.

Longsor mengakibatkan badan jalan terpotong sepanjang lebih kurang 15 meter. Tinggal menyisakan beberapa sentimeter badan jalan yang masih bisa dilintasi, itupun hanya sepeda motor. Meskipun bisa dilalui kendaraan roda dua namun sangat berbahaya karena sisi jalan sudah membentuk jurang sedalam 50 meter.

Alhasil, sebanyak delapan desa di dua kecamatan di kawasan tersebut terancam terisolir. Diantaranya Desa Kayu Manis, Air Dingin, Sindang Jati dan Sindang Jaya Kecamatan Sidang Kelingi. Empat desa lainnya wilayah Kecamatan Sidang Dataran, Desa IV Suku Menanti, Bengko, Talang Belitar dan Desa Warung Pojok yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kepahiang.

Bagi masyarakat di dua kecamatan tersebut jalan ini merupakan akses cukup penting karena merupakan salah satu akses jalur transportasi untuk mengangkut hasil perkebunan seperti kopi dan sayuran menuju ke Kota Curup.

Fauzy (49) warga setempat mengatakan, pasca longsor pertama dulu sudah ada jalan alternatif yang dibuatkan pemerintah untuk sementara. Hanya saja jalur tersebut susah dilintasi karena kondisi jalan yang masih berupa tanah belum mendapatkan pengerasan. ‘’Sudah ada jalan alternatif, tapi kurang memadai. Cukup menyulitkan warga melintasi jalan itu apalagi saat hujan. Jalannya masih berupa tanah,’’ ujar Fauzy.

Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong, Basuki, S.Sos dikonfirmasi RB membenarkan adanya jalan alternatif di kawasan tersebut. Untuk jalan yang longsor katanya sudah dicek oleh Pemprov Bengkulu. Sudah dilakukan survei saat pertama kali terjadi longsor. Hanya saja hingga saat ini belum ada penanganan lebih lanjut dari PUPR Provinsi Bengkulu.

‘’Kita sudah menyampaikan kondisi ini ke BPBD Provinsi Bengkulu untuk mengkoordinasikan kondisi tersebut ke OPD teknis yaitu Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. Bahkan beberapa waktu lalu sudah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi. Karena memang ini jalan provinsi, namun bagaimana penanganan selanjutnya, ini yang belum kelihatan,’’ demikian Basuki.(dtk)

Berita Lainnya

Terlibat Penipuan Jual Beli Durian, Warga Muara Sahung Diamankan Polisi

KOTA BINTUHAN – Satreskrim Polres Kaur yang dipimpin oleh Kanit Pidum Ipda Rizqi Dwi Cahya, ...

error: Content is protected !!