Selasa , 18 Juni 2019
Home / Daerah / Lebong / Kegiatan Keagamaan Harus Berlanjut

Kegiatan Keagamaan Harus Berlanjut

TAULADAN: Bupati Lebong, H. Rosjonsyah saat mengumandangkan takbir jelang pelaksanaan salat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Agung Sultan Abdullah, Rabu (5/6) lalu. (foto: aris/rb)

PELABAI – Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si meminta para imam dan penyuluh agama Islam tetap melanjutkan kegiatan dakwah yang rutin dilaksanakan saat Ramadhan. Bagaimanapun, kegiatan dakwah sangat menunjang program peningkatan iman dan taqwa masyarakat yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. ‘’Sekalipun Ramadhan telah lewat, saya harap kegiatan positif yang rutin dilaksanakan selama Ramadhan tetap berlanjut di luar Ramadhan,’’ kata Rosjonsyah.

Lebih lanjut Rosjonsyah mengatakan, selama Ramadhan 1439 Hijriah suasana religius sangat terasa di Kabupaten Lebong. Setiap masjid diramaikan masyarakat yang berbondong-bondong beribadah. Khususnya salat Subuh dan Isya berjemaah hingga kegiatan tarawih. ‘’Paling tidak kegiatan salat Maghrib atau Isya berjemaah di masjid tetap ramai,’’ tutur Rosjonsyah.

Tidak hanya memprioritaskan kinerja imam dan penyuluh agama di desa, Rosjonsyah juga meminta peran aktif perangkat kecamatan serta keluraan dan desa. Termasuk partisipasi masyarakat. Tanpa adanya partisipasi perangkat pemerintah dan masyarakat, harapan peningkatan iman dan taqwa tidak akan berjalan maksimal. ‘’Saya minta camat dan kades terus mengoordinir kegiatan keagamaan di wilayahnya,’’ tandas Rosjonsyah.

Sementara Kasi Pembinaan Masyarakat (Binmas) Islam, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lebong, H. Darul Maukup, S.Ag sangat mendukung imbauan bupati. Peningkatan iman dan taqwa masyarakat memang harus menjadi prioritas pembangunan yang dicanangkan Pemkab Lebong saat ini dan ke depan. ‘’Ilmu yang tidak diimbangi dengan iman dan takwa, niscaya akan sia-sia. Makanya kegiatan keagamaan harus terus ditingkatkan,’’ tandas Darul. (sca)

Berita Lainnya

Belanja 2018, Lebih Bayar Rp 3,3 M

PELABAI – Kendati menyandang predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) ...

error: Content is protected !!