Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Metropolis / Kena Banjir, Asuransi Tani Rp 6 Juta/Hektare

Kena Banjir, Asuransi Tani Rp 6 Juta/Hektare

RUSAK: Beberapa sawah yang rusak di Provinsi Bengkulu akibat banjir April lalu. Sebagiannya sudah mulai mendapat bantuan dari pemerintah. (foto: ist/rb)

BENGKULU – Bagi petani yang terdampak banjir, Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu ikut memberikan bantuan. Bantuan dibagi menjadi dua kategori, yaitu sawah dengan asuransi tani dan sawah tanpa asuransi tani.

Adapun bantuan asuransi diberikan senilai Rp 6 juta per hektare. Selain itu yang tanpa asuransi akan diberikan bantuan berupa benih. Selain untuk lahan, bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan irigasi yang rusak akibat banjir juga sudah mulai berangsur turun.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Ir. Ricky Gunawan mengatakan bantuan benih, Alsintan sudah turun juga sedangkan yang lainnya masih dalam perjalanan. Sebelumnya permohonan pengajuan bantuan sudah disampaikan dari masing-masing kabupaten/kota terkait dengan kerusakan pasca banjir mulai dari tanaman pangan, sarana infrastruktur maupun peternakan.

Bahkan Tim dari Kementerian Pertanian yakni Dirjen Pertanian sudah turun ke lapangan untuk meninjau kerusakan irigasi lahan pertanian. Dari hasil tinjauan tersebut, kelompok tani yang terdampak banjir akan diberikan bantuan berupa uang tunai.

“Dana bantuan tersebut akan ditransfer langsung ke rekening kelompok, besaran bantuannya tergantung dari kerusakan irigasinya,”jelasnya.

Ia menambahkan,  untuk kerusakan tanaman pangan saat ini tengah menunggu verifikasi lanjutan agar tidak menerima menerima bantuan benih secara tumpang tindih. Apabila menerima benih tumpang tindih maka bantuan tersebut akan sia-sia mengingat benih memiliki batas waktunya.

Untuk itu, pihak Kabupaten/kota harus segera menyampaikan ke kelompok tani yang terdampak banjir untuk segera melengkapi persyaratan yang sudah ditetapkan untuk menerima bantuan.

“Insyallah di bulan ini sudah turun semua bantuan terhadap petani yang terdampak banjir, rata-rata yang terkena bencana adalah penerima bantuan rutin dari Dinas Pertanian,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasaran dan Sarana Pertanian (PSP), Helmi Yuliandri, SP, MT mengatakan untuk bantuan Alsintan dilakukan secara reguler. Bantuan tersebut melalui APBD 2019 dan APBN  2019 yang diusahakan dapat segera dibagikan. Tetapi selain itu pihaknya juga mengupayakan adanya bantuan lagi dari pusat mengingat banyaknya alsintan yang rusak akibat banjir.

Untuk bantuan melalui APBD sendiri sebanyak 58 unit power trasher dan 50 unit hand traktor. Sedangkan melalui APBN yakni 102 unit hand traktor, 24 kultivator dan 62 unit pompa air. “Kami sedang mengupayakan adanya bantuan dari pusat lagi untuk yang terdampak banjir, mudah-mudahan bisa terealisasi agar pertanian di Provinsi Bengkulu dapat berjalan normal kembali,” ujarnya. (cw1)

Berita Lainnya

Dewan Minta Walikota Evaluasi TP2KB  

BENGKULU– Adanya Tim Perencanaan Pembangunan Kota Bengkulu (TP2KB) yang dibentuk oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan, …