Selasa , 18 Juni 2019
Home / Daerah / Mukomuko / 227 Warga Retak Mudin Terisolir

227 Warga Retak Mudin Terisolir

AMBLAS: Badan jalan yang amblas di Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh membuat 227 kepala keluarga terisolir.

IPUH –Hujan deras yang menguyur Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh dan sekitar, berdampak buruk terhadap infrastruktur jalan. Dimana salah satu badan jalan di daerah Kecamatan Ipuh, amblas.

Lokasi kejadian adalah di Desa Retak Ilir. Tepat di jalan poros penghubung Desa Retak Ilir ke Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai.

Amblas badan jalan membuat semua kendaraan tidak dapat melintas. Sehingga sekitar 227 kepala keluarga (KK) atau sekitar 900 jiwa yang berdiam di Desa Retak Mudin tersebut, terisolir. Kejadian ini berlangsung hingga sekitar 17 jam lamanya.

Penduduk satu desa itu terisolir, lantaran akses jalan yang lainnya juga tak memadai.  Seperti akses ruas jalan ke Desa Tanjung Harapan atau Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh, putus akibat abrasi.

Dimana jembatan penghubung sampai sekarang tidak kunjung ditangani. Sedangkan akses melalui Desa Manunggal Jaya Kecamatan Ipuh juga sulit dilalui.

‘’Jalan yang amblas ini, yakni jalan utama yang dipilih masyarakat untuk menuju pusat ibukota kecamatan dan ke ibukota Kabupaten Mukomuko. Karena jalan ini yang kondisinya agak layak dilalui. Kalau jalan yang lain, ada yang sudah lama terputus,” beber Kades Retak Ilir, Syahril.

Amblasnya badan jalan itu setelah bangunan gorong-gorong dibawahnya ambruk diterjang air yang meluap persis disisi badan jalan. Akibatnya, badan dan bahu jalan selebar 8 meter amblas dengan panjang badan dan bahu jalan yang amblas sekitar 3 meter.

“Kejadian sekitar jam 20.00 WIB tadi malam (Selasa, 11/6). Anak sungai meluap membuat gorong-gorong dibawah badan dan bahu jalan ambruk,” papar Syahril.

Ia meminta kerusakan ini segera ditangani. Karena sekarang seluruh kendaraan tak bisa melintas. Padahal, tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masyarakat mendesak  diangkut untuk dijual keluar. Termasuk perkebunan lainnya Masyarakat Desa Retak Ilir juga menjadi terisolir.

‘’Tadi warga sudah gotong royong sebisanya supaya bisa dilewati motor. Alhamdulillah, siang ini (kemarin) sudah bisa dilewati motor tapi harus hati-hati. Tapi ini tetap tidak membantu, karena yang paling utama bagaimana mobil bisa keluar masuk,” jelas Syahril.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT, mengatakan sudah turunkan tim ke lokasi. Mereka akan menganalisa kondisi di lapangan. Langkah apa yang bisa dilakukan.

Pihaknya akan mengedepankan tindakan tanggap darurat terlebih dulu. Sehingga akses masyarakat bisa lancar. Dan langkah ini sesuai dengan ketersediaan anggaran yang bisa digunakan.

‘’Yang jelas tim dari PUPR sudah turuk ke lokasi. Kita tunggu laporan seperti apa. Yang bisa dilakukan berupa penanganan tanggap darurat, sehingga bisa dilewati,” jelas Ruri.

Untuk pembangunan penggantian bangunan permanen, semisal bronjong, box kulvert, plat deker dan lainnya menunggu anggaran. Jika nanti benar-benar sangat urgen, tidak menutup kemungkinan diajukan penanganannya di APBD Perubahan 2019. “Tak bisa sekarang untuk permanen,” pungkas Ruri.(hue)

Berita Lainnya

35 OPD Rapor Biru

MUKOMUKO – Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) merilis realisasi serapan anggaran masing-masing Organisasi ...

error: Content is protected !!