Sabtu , 21 September 2019
Home / Borgol / 34 PH Dampingi Oknum Pengacara

34 PH Dampingi Oknum Pengacara

NARKOBA: Sidang perdana dengan terdakwa Beti Netri (28) dan bayu Insanistyo (35) digelar di PN Bengkulu, Rabu (12/6). (foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Masih ingat dengan kasus tertangkapnya oknum dosen Unib, Bayu Insanistyo (35) warga Jalan Pepaya RT 10 Kelurahan Lingkar Timur dan oknum pengacara cantik, Beti Netri (28) warga Jalan Setia 2 Blok A4 Perumahan Heta Kelurahan Kandang Mas yang ditangkap Ditnarkoba Polda Bengkulu beberapa waktu lalu? Rabu (12/6) mereka menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

Selain kedua terdakwa tersebut, dua terdakwa lainnya masing-masing, Iwan Sulistiawan (41) warga Perum Kedaton Kelurahan Padang Harapan dan dan Peti Fitriana (26) warga Jalan Mangga  5E Kelurahan Lingkar Timur. Menariknya, khusus untuk terdakwa Beti, cukup banyak teman seprofesinya yang melakukan pendampingan terhadap yang bersangkutan, yakni sebanyak 34 orang. ‘Ya untuk solidaritas teman kami, jumlah penasihat hukum yang mendampingi sebanyak 34 orang,” kata perwakilan PH Beti, Zainal Abidin Tuatoy, SH ditemui usai persidangan.

Pada persidangan perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sri Rahmi Gustiani, SH, MH membacakaan dakwaan terhadap keempatnya. Para terdakwa didakwa dengan pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 ayat (1) dan pasal 127  ayat (1) junto pasal 55 no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam dakwaanya tersebut, dalam penyalahgunaan narkoba jenis sabu tersebut terdakwa setidaknya sudah 4 kali mengonsumsi narkoba jenis sabu tersebut sebelum akhirnya ditangkap anggota Ditnarkoba Polda Bengkulu pada 25 Maret 2019 lalu. “Bahwa terdakwa sudah 4 kali menggunakan atau menghisap  narkotika jenis sabu. Yang pertama saat menjadi tim sukses pilwakot  sekitar Mei 2018 di hotel horizon, yang kedua dan ketiga lupa waktunya namun menggunakannya di rumah terdakwa Bayu, dan keempat di kediaman terdakwa Beti,” kata JPU saat membacakan dakwaannya dimuka persidangan.

Sementara itu, Zainal Abidin Tuatoy mengatakan banyaknya pendampingan terhadap terdakwa Beti hanya bentuk solidaritas terhadap teman seprofesinya tersebut. Berkenaan dengan Beti, diakuinya dalam perkara ini hanya sebagai korban saja. “Klien kami Beti ini hanya sebagai korban saja,” kata Zainal Abidin seraya mengatakan atas dakwaan yang dibacakan JPU itu mereka tidak mengajukan eksepsi.

Majelis hakim pada kesempatan itu juga meminta agar terdakwa, Bayu untuk mencari penasihat hukum yang akan mendampinginya. Sidang akan dilanjutkan pada 19 Juni 2019 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.  Sekadar mengulas, keempat terdakwa sebelumnya ditangkap penyidik Dit Narkoba Polda Bengkulu lantaran diduga menyalahgunakan narkoba jenis sabu. (zie)

Berita Lainnya

Curi Mesin Air, Tiga Pemuda Diringkus Polsek Muarabangkahulu

BENGKULU–  Polsek Muarabangkahulu, Kamis (19/9) berhasil meringkus tiga orang pelaku pencurian. Yakni EC (21), AM ...

error: Content is protected !!