Selasa , 18 Juni 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / 5 Tersangka Diancam Hukuman Mati

5 Tersangka Diancam Hukuman Mati

PEMBUNUHAN: Lima tersangka kasus pembunuhan yang merupakan masih satu keluarga.(foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Lima tersangka (tsk) pembunuhan terhadap Ermansyah (40) warga Desa Tumbuk, Kecamatan Pagar Jati, Bengkulu Tengah dijerat dengan ancaman hukuman mati. Kasus  pembunuhan itu terjadi 21 Mei lalu. Kelima tersangka masih satu keluarga yakni Herman, Hairul Saripudin, Charles Arifin, Ong Oswari  dan Ahmad Depi.

Kelima tersangka membunuh korban dengan cara dibacok dan dan satu hantaman kayu di kepala hingga korban tersungkur dan tak bergerak. Tak sampai di situ, kelimanya menggotong korban masuk ke dalam pondok kebun dan membakarnya. Kuat dugaan saat itu korban belum tewas melainkan pingsan akibat hantaman kayu. Dengan kata lain, korban dibakar hidup-hidup oleh kelima tersangka.

Pembunuhan sadis itu sendiri berawal pada sehari sebelum dimana Herman sempat terlibat konflik dengan Ermansyah. Saat itu Herman mengaku dipukul Ermansyah hingga melapor pada empat keluarganya. Saat itulah empat keluarganya merencanakan membunuh korban.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. Jery S Nainggoilan, S.IK mengatakan kelima tersangka sengaja datang ke pondok korban dengan niat membunuh korban. Bahkan mereka sudah merencanakannya. Salah satu tersangka, Depi sudah membawa parang yang disiapkan untuk membunuh korban. “Makanya kita kenakan pasal 340 jo 338 KUHP. Dalam pasal 340 tentang pembunuhan berencana, ancaman hukumannya mati,” terangnya.

Pada penyidik, para tersangka juga mengakui membakar korban dengan tujuan untuk menghilangkan barang bukti dan setidaknya mengelabui polisi. Mereka berharap polisi mengira korban tewas akibat pondoknya terbakar saat tertidur nyenyak. “Namun saat kita lakukan otopsi terdapat luka bacok di bagian punggung dan kepala. Makanya kita usut kasus pembunuhan dan menangkap kelima tersangka,” katanya.

Sementara tersangka lainnya, Hairul menuturkan mereka kesal kepada korban karena mendapatkan laporan dari Herman keponakannya dipukul oleh korban tanpa sebab yang jelas. Apalagi keluarga tersangka dan korban memang selama ini tidak akur. “Makanya kami emosi saat mendengar ada pemukulan dan seketika berpikir untuk membalas dendam dengan membunuh korban,” jelas Hairul.(qia)

Berita Lainnya

Guru Ditarget Nilai Kelulusan Tertinggi

ARGA MAKMUR – Bupati Bengkulu Utara (BU), Ir. H. Mian memberikan target kepada para guru ...

error: Content is protected !!