Selasa , 18 Juni 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Air PDAM Akan Mati Total

Air PDAM Akan Mati Total

TAMPUNG AIR: Tampak salah satu warga Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang, menampung air PDAM guna mengantisipasi pemadaman aliran air selama 2 hari oleh PDAM.(foto: ARIE/RB)

KEPAHIANG – Kerusakan pada pipa PDAM akibat pohon tumbang beberapa waktu lalu, membuat pihak PDAM Tirta Alami Kepahiang akan memutuskan sementara aliran air PDAM selama 2 hari, yakni pada 13-14 Juni mendatang. Untuk itu warga diimbau agar bisa segera melakukan penampungan air guna memenuhi kebutuhan akan air PDAM selama proses perbaikan pipa dilakukan.

Direktur PDAM Tirta Alami Kepahiang, Sudarmin, SH mengungkapkan pihaknya sengaja mematikan aliran air lantaran pipa transmisi stil 250 mm, putus akibat pohon tumbang yang terjadi pada 6 Juli 2019 lalu. Sehingga jika tidak segera diperbaiki, maka akan berdampak pada kondisi aliran air pelanggan secara global.

“Kita perkirakan waktu perbaikannya butuh sekitar 2 hari. Untuk itu kita berharap kepada pelanggan kita, agar bisa menampung air untuk kebutuhan rumah tangganya, sebelum perbaikan kami lakukan dan aliran air dimatikan sementara waktu,” ungkapnya, Rabu (12/6).

Sementara itu, Maje (46) warga Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang, mengaku belum mengetahui terkait rencana PDAM untuk mematikan aliran air tersebut. Ia bahkan mengaku mendapatkan informasi baru Rabu (12/6) dari beberapa tetangganya, yang saat ini beramai-ramai mulai melakukan penampungan air.

“Saya belum tahu kalau air PDAM akan mati dalam waktu dekat ini. Barulah melihat tetangga yang mulai menampung air, saya pun mulai mempersiapkan diri agar selama 2 hari ke depan, keluarga saya tidak ada kendala untuk kebutuhan air rumah tangga,” ujarnya. (sly)

Berita Lainnya

Belum Usulkan Pencairan DD, Tiga Desa Tak Disanksi

KEPAHIANG – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Kepahiang, Jan Johanes ...

error: Content is protected !!