Selasa , 18 Juni 2019
Home / Metropolis / Dana Desa Wajib Buat Baliho

Dana Desa Wajib Buat Baliho

TRANSPARAN: Salah satu bentuk transparansi penggunaan Dana Desa dan ADD yang diumumkan di baliho. (foto: iksan/rb)

BENGKULU – Informasi penting bagi Desa yang menerima Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Mereka diwajibkan membuat baliho berukuran cukup besar yang memuat informasi alokasi dana serta kemana dana itu dimanfaatkan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra menegaskan baliho ini dibuat dengan ukuran yang cukup besar agar bisa dapat dilihat orang yang ingin melihatnya. Kewajiban ini kata dia tertuang dalam peraturan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.      “Tujuannya tak lain dan tak bukan agar ada transparansi penggunan dana desa,” ungkapnya. Sepanjang pengamatan di lapangan kata pria asal Sumatera Barat ini, belum semua desa yang memasang baliho. “Untuk desa-desa di kabupaten Lebong bupatinya membuat kebijakan tidak akan mencairkan DD bila tidak memperhatikan aturan ini,” singkatnya.

Seperti diketahui jumlah desa di Provinsi Bengkulu yang mendapat Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) mencapai 1431 Desa tersebar di 9 kabupaten di wilayah Provinsi Bengkulu. Tahun 2019 ini merupakan tahun kelima berturut-turut menerima yang sudah dikucurkan sejak tahun 2014 lalu.

“Jika dirata-ratakan setiap Desa di provinsi Bengkulu per tahunnya menerima antara Rp 800 sampai dengan 900 juta,” lanjut Ismed.

Pada bagian lain Ismed menambahkan DD bisa dipergunakan untuk  pengembangan pariwisata. Bahkan ini adalah tren baru mengingat ternyata pariwisata bisa dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi baru untuk  kesejahteraan rakyat. Provinsi Bengkulu sebut dia, memiliki potensi wisata yang sangat besar dan bisa dikembangkan menggunakan DD.

Salah satunya mengembangkan pariwisata di desa yang punya objek  potensial pariwisata yang bisa dikelola oleh desa tersebut. Misalnya dengan membuat sarana pendukungnya antara lain internet. Tujuannya tentu agar pengunjung tetap betah berada dilokasi wisata, sambil mengakses dunia maya. Zaman sekarang masyarakat senang menggunakan media sosial sehingga bisa diunggah ke  medsos

“Selain fasilitas internet juga bisa fasilitas lain yang tujuannya untuk mendukung, promosi wisata itu sendiri,” tukasnya.(iks)

Berita Lainnya

Abaikan Hak Pejalan Kaki Bisa Dipenjara 1 Tahun

BENGKULU – Ini peringatan bagi masyarakat yang kerap mengabaikan hak-hak pejalan kaki. Misalnya memanfaatkan trotoar ...

error: Content is protected !!