Selasa , 18 Juni 2019
Home / Metropolis / Ke Embarkasi Padang, 248 CJH Bayar Sendiri

Ke Embarkasi Padang, 248 CJH Bayar Sendiri

BENGKULU – Sebanyak 248 Jemaah Calon Haji (JCH) kuota tambahan harus bayar transportasi sendiri dari Bandara Fatmawati Bengkulu menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang. Pemprov hanya bisa membantu transportasi JCH tambahan dari asrama haji ke Bandara Fatmawati Bengkulu, dan memobilisasi barang bawaan.

“Sudah dicoba dicarikan formulanya, tapi karena ada aturan-aturan yang sulit kita realisasikan jadi untuk transportasi jemaah kuota tambahan dibayar mandiri,” ujar Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Edie Hartawan.

Lanjutnya, Pemprov Bengkulu hanya bisa membantu mobilisasi JCH kuota tambahan dari asrama haji ke Bandara Fatmawati Bengkulu, termasuk untuk barang bawaan jemaah. Hal ini juga sudah dirapatkan bersama dengan jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kantor Kemenag kabupaten/kota dan pemkab/pemkot.

“Kita minta ini segera disampaikan dengan para JCH. Dan memang dari awal sudah diberikan gambaran kemungkinan ini akan terjadi,” bebernya.

Meskipun tidak bisa menganggarkan tiket pesawat pulang pergi JCH kuota tambahan ke Padang, namun menurut Edie, pemprov tetap akan memfasilitasi untuk mencarikan maskapai. Sudah ada komunikasi dengan pihak Lion, dan tinggal menunggu kabar selanjutnya dari manajemen karena untuk JCH tambahan ini diperlukan 1 pesawat lagi. Diperkirakan untuk tiket PP pesawat Bengkulu-Padang, jemaah harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 2,1 juta.

“Kuota tambahan baru diterima setelah APBD disahkan. Ada aturan yang sulit direalisasikan karena kalau dianggarkan dalam APBDP itu sama halnya dengan kegiatan mendahului penganggaran, pilihan lainnya jemaah bayar mandiri,” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs.H.Bustasar MS, M.Pd melalui Kabid Haji dan Umroh Drs.H.Ramlan, M.HI menerangkan dari 299 kuota tambahan yang diberikan kepada Provinsi Bengkulu, hanya 248 JCH melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sementara 51 JCH lagi  tidak melunasi BPIH sehingga gagal berangkat. Kuota yang tidak terisi ini tidak digantikan dengan cadangan, melainkan dikembalikan menjadi kuota nasional.

“Pemberangkatan dimulai tanggal 12 Juli, dimulai dari kloter pertama. Untuk kuota tambahan nanti berangkat dengan kloter 5 jadwal terakhir,” demikian Ramlan.(key)

Berita Lainnya

Abaikan Hak Pejalan Kaki Bisa Dipenjara 1 Tahun

BENGKULU – Ini peringatan bagi masyarakat yang kerap mengabaikan hak-hak pejalan kaki. Misalnya memanfaatkan trotoar ...

error: Content is protected !!