Kamis , 22 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Penerima Bansos Harus Tepat Sasaran

Penerima Bansos Harus Tepat Sasaran

INPUT DATA: Pemkab Bengkulu Selatan sedang melakukan penginputan data rumah tangga miskin.(foto: rio/rb)

KOTA MANNA – Pemkab Bengkulu Selatan  (BS) melakukan verifikasi dan memperbarui Basis Data Terpadu (BDT) rumah tangga miskin. Ini dilakukan agar Bantuan Sosial (Bansos) tepat sasaran.

“Kita sedang menginput data ke sistem. Ditargetak Kamis (13/6) atau jum’at (14/6) penginputan sudah selesai,” tegas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bengkulu Selatan, Heriyadi saat memantau proses penginputan di Aula Bappeda, Rabu (12/6).

Dijelaskan Heriyadi verifikasi data rumah tangga miskin dilakukan, untuk mendapatkan data yang valid dan update. Verifikasi ini dilakukan melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan fasilitator.

“Berdasarkan BDT ada 13.609 Rumah Tangga Miskin di BS. Inilah yang kita verifikasi lagi. Dengan menyebar formulir kemudian diinput ke sistem. Kenapa perlu diverifikasi. Mungkin ada yang sudah meninggal, pindah atau ekonominya sudah meningkat, tidak layak lagi,” jelasnya.

Disamping melakukan verifikasi terhadap Rumah Tangga Miskin sebanyak 13.609 yang masuk BDT. sambung Heriyadi, pihak Dinsos juga melakukan pendataan terhadap rumah tangga miskin yang belum terdata di BDT.

 

“Pengusulan dan verifikasi data semuanya dilakukan via Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial. Kita hanya menginput data dan mengirimkan data ke pusat, nanti hasilnya apakah ada yang dicoret, penambahan baru itu sepenuhnya ada di pusat,” terang Heriyadi.

Saat ini rumah tangga miskin yang terdaftar dalam BDT ada beberapa yang sudah tidak layak lagi. Karena secara ekonomi dan taraf kehidupannya sudah berubah.

“Ada yang sudah punya motor, mesin cuci, rumah bagus, perabotan lengkap. Tapi masih menerima bantuan. Ada yang sudah mengundurkan diri dari penerima bantuan, tapi masih ada yang tetap bertahan. Di sini perlunya dilakukan verifikasi,” paparnya.

Di sisi lain, berdasarkan data hasil pengisian formulir yang disebar, rata-rata rumah tangga miskin yang masuk dalam Basis Data Terpadu memiliki rumah yang sudah ada fasilitas listrik.

Khawatir nantinya setiap rumah tangga yang sudah memiliki listrik tak bisa dikategori rumah tangga miskin, maka akan banyak yang akan dicoret oleh pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan tidak begitu. Karena rata-rata sudah pakai listrik. Malahan di form dan penginputan data diminta nomor seri pelanggan listriknya,” pungkasnya.(tek)

Berita Lainnya

Ada Oknum Minta Bayaran, Laporkan

KOTA MANNA –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) mengimbau masyarakat untuk melapor bila ada ...

error: Content is protected !!