Selasa , 18 Juni 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Warga Minta Jalan Longsor Diperbaiki

Warga Minta Jalan Longsor Diperbaiki

Akhyar

SINDANG DATARAN – Jalan provinsi di Desa Kayu Manis Kecamatan Sindang Kelingi yang longsor, membuat masyarakat 8 desa menjadi resah. Pasalnya, jika jalan tersebut terus tergerus longsor dan tidak bisa dilewati sama sekali, makanya setidaknya ada masyarakat di 8 desa dalam dua kecamatan terisolir.

Warga mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat. Jangan sampai delapan desa iti terisolir terdampak oleh rusaknya jalan tersebut. Seperti yang disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Sindang Dataran, Priono kepada RB Rabu.

‘’Kejadian dan kondisi ini sudah cukup lama terjadi, pemerintah provinsi selaku penanggungjawab jalan harus segera mengambil langkah cepat. Karena bukan satu atau dua orang yang terancam, tapi masyarakat delapan desa di dua kecamatan bisa benar-benar terisolir,’’ ujarnya.

Mereka berharap, pemprov dan pemkab Rejang Lebong setidaknya mencarikan solusi untuk penanganan awal. Misalnya membangun jembatan beli untuk menghubungkan jalur tersebut agar bisa dilalui kendaraan roda dua  dan roda empat. ‘’Karena ini merupakan akses penting masyarakat dua kecamatan. Bukan hanya sekadar untuk jalur lalu lintas semata. Ini jalur ekonomi masyarakat. Kalau ini tidak segera ada solusi, bisa-bisa perekonomian masyarakat juga terancam,’’ tambah Priono.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPK) Kabupaten Rejang Lebong, Ahkyar, ST mengungkapkan, mereka segera melakukan pengecekan di lapangan terkait longsor baru yang semakin mengancam kondisi jalan provinsi di Desa Kayu Manis. Pada kejadian sebelumnya, sudah dilaporkan beserta foto dan kronologis kejadian.

‘’Bahkan sudah sempat petugas PUPR provinsi datang melakukan pengecekan. Tapi sampai hari ini memang belum ada komunikasi dan koordinasi lanjutan dari provinsi. Apakah akan dipasang jembatan beli, diperbaiki di APBD Perubahan atau tahun anggaran 2020, masih belum ada kejelasan,’’ terang Ahkyar.

Namun demikian kata Ahkyar, pihaknya sudah merencanakan langkah antisipasi untuk melakukan peningkatan jalan alternatif yang digunakan sementara oleh masyarakat. Dalam APBD Perubahan Rejang Lebong akan diusulkan perencanaan DED untuk peningkatan kondisi jalan tersebut. Baru nantinya di tahun anggaran 2020 diusulkan untuk pengerasan jalan.

‘’Agar nantinya jalan alternatif tersebut bisa memastikan lalu lintas kendaraan lancar dan bisa digunakan dalam rentang waktu yang lama tanpa harus menunggu kepastian soal jalan yang terkena longsor tersebut dibangun provinsi,’’ demikian Ahkyar.(dtk)

Berita Lainnya

Pelaku Pembunuhan di Desa Apur Tertangkap

CURUP – Polsek Padang Ulak Tanding (PUT) Polres Rejang Lebong (RL) akhirnya berhasil mengungkap dan ...

error: Content is protected !!