Rabu , 13 November 2019
Home / Berita utama / Mobil Dilarang Melintas

Mobil Dilarang Melintas

PUTUS: Bupati BU Ir. H. Mian langsung meninjau lokasi putusnya jembatan Taba Tembilang Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara Jumat (14/6). (foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Setelah jembatan Desa Gunung Selan, kemarin giliran jembatan Taba Tembilang Kecamatan Arga Makmur yang putus dan ditutup total untuk dilintasi mobil. Bagian landasan (Oprit) jembatan link Provinsi ini pukul 16.30 WIB kemarin ambruk tergerus akibat naiknya arus sungai.

Aurs sungai membuat bagian tanah bawah aspal landasan jembatan rutun hingga praktis bagian hanya hanyab menyisakan aspal yang menggantung dan hanya menyisakan 1,5 M di pinggir jembatan yang bisa dilintasi motor.

Bahkan kondisi ini juga diyakini akan semakin parah dan jembatan benar-benar tidak bisa dilintasi. Ini lantaran kondisi air sungai Taba Tembilang makin deras.

Sebagian titik landasan jembatan sudah membentuk lubang jurang selebar 2,5 meter dan dalam 3 meter. Bagian lubang ini juga terisi air yang akan terus menggerus bagian pondasi jembatan.

Dengan ambruknya putusnya jembtana tersebut, arus BU – Lebong kini benar-benar putus total. Jalur BU – Lebong via jembatan Gunung Selan sudah putus dan tidak bisa dilintasi jembatan berat pasca optis ambruk sebulan lalu dan hanya dipasangi jembatan batang kelapa. Kini hal yang sama terjadi di Jembatan Taba Tembilang yang selama ini menjadi akses pilihan.

Jembatan ini juga menghubungkan Kota Arga Makmur dengan  Kecamatan Giri Mulya dan Padang Jaya. Untuk kendaraan kecil bisa melintasi jembatan darurat Desa Gunung Selan.

Bupati BU Ir. Mian bersama pejabat terkait dan Sekda Haryadi kemarin turun langsung ke lokasi saat hujan berlangsung. Ia juga langsung menghubungi Gubernur dan Kadis PUPR Provinsi terkait kondisi jembatan link Provinsi tersebut.

“Jalan ini jalan utama menuju Lebong setelah jembatan Gunung Selan putus. Makanya saya langsung menghubungi Gubernur dan Kadis PUPR Provinsi,” katanya.

Ia meminta segera didatangkan alat berat dari Provinsi untuk penanganan sementara. Sehingga bagian Oprit yang ambruk bisa dikeruk dan ditimbun dengan material sehingga jalan kembali bisa dilintasi oleh kendaraan kecil.

Ia juga mengaku resah lantaran ajlan tersebut adalah jalan akses pertanian masyarakat. Angkutan kelapa sawit dan karet masyarakat melintasi jalur tersebut bahkan dari Kabupaten lain yang dijual di pabrik di wilayah Padang Jaya dan Giri Mulya.

“Jadi kondisi ini juga sangat berpengaruh pada masyarakat. Kita tidak tinggal diam meskipun ini link provinsi namun Pemkab BU juga tetap mencarikan solusi,” Katanya.

Kemarin, Mian juga gerak cepat melakukan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang melinatsi jalan tersebut untuk membantu penanganan darurat. Sehingga masyarakat tidak terlalu lama teerkena imbas ekonomi akibat jalan tersebut.

“Kita berkoordinasi dengan pihak swasta membantu pembangunan. Setelah Jembtaan Gunung Selan, kita juga meminta bantua pembangunan jembtan ini,” ujar Mian.

Sementara Kadis PUPR BU Heru Susanto, ST yang juga hadir kemarin langsung melaporkan kondisi teknis jembatan ke PUPR Provinsi. Ia yakin dengan pola penimbunan dan pemasangan bronjong penghalang arus jembatan bisa dilintas setidaknya untuk sementara.

“Kondisi jembatan sama persis dengan jembatan Gunung Selan. Ini jembatan link Provinsi yang mungkin sulit jika langsung dilakukan penanganan permanent. Namun untuk penanganan darurat bisa dengan bronjong dan penimbunan,” katanya.

Sekadar mengetahui, kondisi jembatan Taba Tembilang sudah mulai tergerus sejak awal banjir sebulan lebih lalu ada dilaporkan Pemkab BU ke Pemprov. Hanya saja selama ini kondisi oprit yang runtuh tidak terlalu lebar dan masih bisa dilintasi sehingga belum ada penanganan berarti. (qia)

Berita Lainnya

CSR BNI, Gelar Pelatihan Rescue Untuk Pelaku Usaha Wisata Perahu

BENGKULU–  Untuk menciptakan wisata yang aman dan nyaman, sehingga berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat dibidang ...

error: Content is protected !!