Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Daerah / Kaur / Dugaan Korupsi DD, Jaksa Tunggu Audit

Dugaan Korupsi DD, Jaksa Tunggu Audit

FOSE: Kajari Kaur dan jajarannya usai upacara berfose bersama, nampak juga Kajari Kaur saat pimpin upacara HUT PJI.(foto: albertus/rb)

KOTA BINTUHAN – Diam-diam Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur, tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) di salah satu desa di Kaur. Bahkan menurut Kajari Kaur Douglas P Nainggolan, SH, MH mereka sudah meminta auditor untuk menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut. Sayangnya, Kajari belum mau menyebutkan desa mana yang tengah mereka selidiki itu. Namun data dihimpun RB, diduga desa yang tengah diselidiki itu berada di Kecamatan Padang Guci Hilir dan Kecamatan Kinal. Sebab perangkat dua desa di dua kecamatan tersebut tahun 2018 lalu sempat dipanggil jaksa.

“Untuk tahun 2019 ada satu kasus, namun belum bisa kita ekspos secara detail. Karena masih menunggu hasil audit. Kalau sudah jelas kerugian negaranya baru kita ekspos,” kata Kajari, usai menjadi inspektur upacara HUT Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Senin, (17/6).

Dia juga menjelaksan, Kejari Kaur tidak memiliki tunggakan kasus tahun 2018. Bahkan semua perintah eksekusi sudah dilaksanakan. Sedangkan tahun 2019 ada satu kasus yang tengah ditangani.

Kajari memastikan kasus dugaan penyalahgunaan DD tersebut akan naik hingga persidangan. Namun jika kerugian negaranya kecil, maka pemerintah desa akan diminta untuk mengembalikan. Jika ternyata kerugian negara di atas Rp 200 juta, maka pihaknya akan langsung menahan para tersangka nantinya.

“Belum belum akan kita beberkan secara detail. Tunggu saja, yang pasti ada satu perkara yang saat ini kita tunggu. Untuk yang lain masih penyelidikan. Karena kita juga kekurangan personel dibandingkan jumlah perkara yang masuk,” kata Kajari Kaur.

Saat ini jumlah jaksa di Kejari Kaur hanya 7 orang. Menurut Kajari jumlah itu kurang. Sehingga dia berharap ada penambahan jaksa di Kaur ke depannya. “Mudah-mudahan ada penambahan,” katanya.

Dalam HUT PJI tahun ini, Kajari berharap semua jajaranya tetap kompak dalam melaksanakan tugas. Bahkan tahun ini Kejari Kaur mendapatkan surat apresiasi dari KPK lantaran tidak memiliki tunggakan kasus.

Dari data yang dihimpun RB, untuk saat ini kuat dugaan DD yang menunggu hasil audit adalah kasus DD Desa Talang Jawi Pagulir dan juga Desa Gramat Kecamatan Kinal. Sementara kasus DD Desa Cucupan Kecamatan Tetap dan Desa Kedataran Kecamatan Maje sudah rampung dan kadesnya sudah divonis dan menjalani hukuman penjara. (cik)

Berita Lainnya

Jelang Pilkada, Polisi Jaga Stamina

KOTA BINTUHAN – Jelang pengamanan Pilkada 2020 ini, anggota Polres Kaur dan jajarannya tidak hanya …