Jumat , 19 Juli 2019
Home / Daerah / Kaur / Akibat Nonton Film Porno

Akibat Nonton Film Porno

NGAKU: Tersangka pemerkosaan saat memberikan keterangan kepada anggota Sat Reskrim Polres Kaur. (foto: albertus/rb)

KOTA BINTUHAN – Pa (16) pelajar Kaur, tersangka pemerkosa Ta (22) mahasiswi salah satu perguruan tinggi, mengaku kerap menonton film porno. Kebiasaan itu sudah dilakukannya sejak duduk di bangku SMP. Pengaruh film dewasa itu sangat kuat, sehingga nafsunya membuncah dan melampiaskannya pada saudara sepupu yang tinggal satu rumah dengannya tersebut.

Perkosaan pertama sudah berlangsung sejak 2018 silam, di rumah mereka di Kecamatan Maje. Saat itu orang tua Pa yang juga bibi Ta sedang tidak berada di rumah. Pa membekap mulut korban dan memperkosanya di kamar. Perbuatan ini diulangi tiga kali sepanjang tahun 2018. Tidak hanya di rumah tersangka juga pernah melancarkan aksinya di pondok kebun.

“Lima kali pak saya lakukan, tiga kali di rumah, satu kali di pondok dan terakhir di jalan menuju pondok. Saya suka nonton film (porno) pak sejak SMP dan saya menyesal,” kata Pa di hadapan Kasat Reskrim Polres Kaur Selasa (18/6).

Lebih lanjut Pa mengatakan perbuatannya bejatnya di rumah tidak diketahui oleh ibunya. Karena saat melakukan pemerkosaan waktunya pagi, saat ibunya kerja dan adik-adiknya tengah tidur. Karena berhasil sekali, tersangka ketagihan dan berulang melakukan pemerkosaan. Korban pun akhirnya memberanikan diri menceritakan kepada bapaknya,  hingga kasus ini pun terbongkar.

Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S. IK melalui Kasat Reskrim Iptu Welliwanto Malau mengatakan perkosaan tahun 2019 kembali dilakukan selepas tersangka keluar dari penjara karena terlibat kasus pencurian. Hasil pemeriksaan, tahun 2019 tersangka memperkosa korban satu kali.

Kendati masih anak di bawah umur kasus ini tetap akan diproses apa lagi tersangka merupakan residivis.

“Dengan kasus ini kita imbau orangtua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Karena zaman teknologi ini melalui ponsel bisa semua diakses termasuk film dewasa. Apalagi kasus pencabulan dan perkosaan di Kaur salah satu penyebabnya adalah ingin melakukan adegan film dewasa,” pungkas Iptu Welliwanto Malau.

Kebanyakan kasus pemerkosaan dan pencabul di Kaur dilakukan oleh orang dekat korban. Mulai dari paman, kakek,  anak hingga sepupu korban sendiri. Untuk itu pihak Polres Kaur menghimbau pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dalam lingkungan keluarga dan pergaulannya sehari-hari.  (cik) 

Berita Lainnya

Dana Sertifikasi Rp 8,2 Miliar Belum Disalurkan

KOTA BINTUHAN – Di saat guru-guru di daerah lain menuntut agar pemerintah daerah mencairkan dana ...

error: Content is protected !!