Rabu , 17 Juli 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Kemendikbud Menolak ,Pemkab Kucurkan DAU

Kemendikbud Menolak ,Pemkab Kucurkan DAU

BANJIR: Halaman SDN 9 Selagan Raya tergenang air, setelah diguyur hujan deras, Selasa (18/6) .(foto: peri/rb)

SELAGAN RAYA – Akhirnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Selagan Raya (SR) yang kondisinya memperihatinkan mendapatkan penanganan dari pemerintah. Setelah sempat ditolak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sekolah yang hanya memiliki bangunan berbahan papan dan berlantai tanah ini segera dibangun. Sebab Pemkab Mukomuko mengucurkan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 900 juta untuk sekolah tersebut.

Terdiri Rp 700 juta untuk pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB) yang sudah berlantai keramik. Kemudian Rp 200 juta sisanya untuk pembangunan jamban. Dengan dana itu, diprediksi bangunan jamban sudah sangat layak.

“Ini semua sedang dalam perencanaan. Tuntas perencanaan, secepatnya fisik dilelang dan dilaksanakan. Waktunya masih cukup,” yakin Kabid  Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mukomuko, Subaryadi, S.Pd, Selasa (18/6).

Dia menceritakan, Kemendikbud menolak usulan pembangunan SDN 9 Selagan Raya tersebut, karena menilai kondisi bangunan sekolah itu sudah bagus dan cukup. Sebagaimana terbaca pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang diinput pihak sekolah.

“DAK tidak tembus. Berkasnya paling atas kami letakkan saat pengajuan di Kemendikbud. Tapi ditolak dengan alasan tidak sesuai dengan Dapodik. Sehingga disetujui Bupati dan DPRD, menggunakan DAU APBD Kabupaten tahun ini,” terangnya.

Saat ini tengah disusun perencanaan pembangunan gedung belajar dan jamban sekolah itu. Setelah itu baru nantinya akan dilanjutkan dengan pelelangan proyek fisik di lapangan.

“Ini semua sedang dalam perencanaan. Tuntas perencanaan, secepatnya fisik dilelang dan dilaksanakan. Waktunya masih cukup,” kata Subaryadi.

Terkait pembangunan lanjutan untuk SDN tersebut. Subaryadi menyebut, akan diupayakan melalui anggaran DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2020. Soal data di Dapodik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemendikbud serta menyinkronkannya ke pihak sekolah. Sehingga ada peluang, untuk sekolah tersebut mendapatkan kucuran DAK tahun depan.

“Pembangunan kekurangan gedung, kita upayakan, DAK diprioritaskan untuk tahun 2020. Sudah kita rundingkan dengan Kementerian. Kepsek sudah kita minta perbaiki Dapodik, isi dengan yang benar. Sudah ada jalan, sesuai saran dari pihak Kementerian,” kata Subaryadi.

Ia menambahkan, terpenting dalam membangun satu sekolah, dukungan penuh dari masyarakat setempat. Kemudian kesamaan visi dan misi dengan manajemen sekolah. Agar sekolah itu cepat maju, khususnya sarana dan prasarananya.

“Seperti SDN 9 Selagan Raya, belum ada gedung permanen. Yang ada itu masih swadaya masyarakat. Padahal letaknya bukan di daerah pedalaman. Inilah perlu dukungan semua unsur,” demikian Subaryadi. (hue)

Berita Lainnya

Sambar Truk, Warga Ipuh Tewas

MUKOMUKO – Jembatan Jalinbar Sumatera di Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko, kembali menelan korban ...

error: Content is protected !!