Selasa , 16 Juli 2019
Home / Daerah / Seluma / Polisi Tangkap Pengantin Baru

Polisi Tangkap Pengantin Baru

DIPERIKSA: MS (32) warga Kelurahan Kembang Mumpo, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) dan AB (25) warga Desa Talang Padang, Kecamatan Talo saat diperiksa penyidik Polsek Talo, kamis (19/6).(foto: Yayan/RB)

SELUMA –  Bulan madu MS (32) warga Kelurahan Kembang Mumpo, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) bersama istri yang baru satu hari dinikahinya, pupus sudah. Pasalnya, kamis (19/6) MS diciduk tim opsnal Polsek Talo atas sangkaan terlibat pembobolan rumah milik Azuar (45) warga Desa Napalan, Kecamatan Talo yang terjadi Sabtu (15/6) dini hari. Akibat pencurian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta.

Dalam aksinya, MS bersama tiga rekannya yakni AB (25) warga Desa Talang Padang, Kecamatan Talo, FR (25) dan DL (24) warga Desa Lubuk Betung, Kecamatan SAM. Baru AB yang telah berhasil ikut dibekuk oleh tim opsnal Polsek Talo. Sedangkan FR dan DL masih buron.

Penangkapan MS dan AB bermula dari laporan korban ke Mapolsek Talo Sabtu (15/6) pagi. Korban menyebutkan ciri-ciri pelaku yang sempat dikejarnya tersebut. Tim Opsnal Polsek Talo langsung bergerak melakukan pencarian pelaku. ‘’Usai korban melapor kita langsung melakukan olah TKP untuk mencari sidik jari pelaku dan kita dapatkan. Sehingga dari keterangan korban dengan hasil olah TKP kita satukan untuk melacak keberadaan pelaku,’’ terang Kapolres Seluma, AKBP. I Nyoman Merthadana, S.Ik melalui Kapolsek Talo, Iptu. Sodri, SE, MM.

Kerja keras tim opsnal Polsek Talo, akhirnya membuahkan hasil setelah empat hari melakukan pengintaian dan pencarian, dua tersangka berhasil ditangkap di kediamannya masing-masing. Pertama, sekira pukul 03.30 WIB MS yang merupakan pengantin baru dibekuk. Dari keterangan MS ditangkaplah AB. Saat ini keduanya telah dilakukan penahanan.

‘’Dari kedua tersangka berhasil kami amankan barang bukti tiga unit handphone merek Samsung, 1 unit sepeda motor jenis Honda Beat bernopol BD 3275 BW yang digunakan dalam kejahatan,’’ jelas Sodri.

Di hadapan penyidik, kedua tersangka mengatakan bahwa eksekutor pencurian tersebut adalah dua rekannya yang masih buron. Sementara mereka (MS dan AB) hanya bertugas mengawasi. Dijelaskan MS, dalam melancarkan aksi pencurian tersebut dua rekannya yang masih buron merusak kunci jendela warung manisan milik korban, lalu masuk mengambil tiga unit Hp dan beberapa bungkus rokok.

‘’Awalnya kami nongkrong di warem Desa Taba. Setelah itu teman saya yang buron mengajak mencuri. Kebetulan melintas di depan rumah korban, teman saya langsung masuk ke dalam rumah korban. Sedangkan kami berdua menunggu di depan rumah itu,’’ kata MS.

Aksi pencurian tersebut dipergoki oleh korban. Sehingga dua rekannya yang merupakan esksekutor langsung mengajak kabur. Korban mengejar hingga ke jembatan Desa Napalan. Karena FR mengacungkan senjata tajam jenis keris, korban berhenti melakukan pengejaran. ‘’Begitu korban tak lagi mengejar, kami langsung pulang dan bersembunyi,’’ sampai MS.(aba)

Berita Lainnya

Anggaran Gaji Hanya 2 Bulan

SELUMA – Anggaran yang tersisa untuk pembayaran gaji 65 Tenaga Kontrak (TK) Perhubungan Dinas Permukiman ...

error: Content is protected !!