Kamis , 18 Juli 2019
Home / Daerah / Seluma / 27 ASN Kuasai Lahan Pasar Sembayat

27 ASN Kuasai Lahan Pasar Sembayat

SELUMA– Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma mendapatkan fakta mengejutkan dalam pengusutan lahan Pasar Induk di Kelurahan Sembayat, Kecamatan Seluma Timur. Bahwa ada 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menguasai lahan seluas 48 hektare tersebut. Dasar kepemilikan lahan itu dibuktikan dengan sertifikat hak milik (SHM) yang saat ini dipegang oleh ASN tersebut.

Pahal lahan Pasar Induk Sembayat merupakan lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma.
“Ya, ini dari penyelusuran yang kami lakukan. Juga dari hasil pemeriksaan yang telah kita lakukan terhadap beberapa saksi yang telah kita panggil dan dimintai keterangan,” terang Kajari Seluma, M. Ali Akbar, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Sindu Hutomo.

Atas temuan itu, mereka akan memanggil mantan orang nomor satu di Kabupaten Seluma yakni, Murman Efendi  dan Mantan Sekda Seluma, Mulkan Tajudin. Kemudian 27 ASN yang menguasai lahan pasar itu juga akan diperiksa. “Kita jadwalkan dulu pemanggilannya, 27 ASN ini juga akan kita periksa terkait kepemilikan lahan Pasar Induk tersebut,” ucap Sindu.

Menurut Sindu, SHM yang dimiliki 27 ASN tersebut diperoleh dari transaksi jual beli dengan oknum masyarakat yang menjual lahan itu pada ASN tersebut.

Padahal semua lahan tersebut merupakan lahan milik Pemkab Seluma yang berada di kawasan lahan Pasar Induk Kelurahan Sembayat.

“Pemanggilan mereka nanti, masih dalam rangka klarifikasi atas penguasaan lahan Pasar Induk yang SHM nya telah mereka miliki tersebut,” ujarnya.

Namun Sindu belum mau membeberkan nama 27 ASN yang menguasai lahan pasar induk Sembayat itu. Namun dirinya memastikan akan memeriksa 27 ASN itu untuk menelusuri dari mana mereka bisa mengusai lahan dan memiliki sertifikat hak milik di atas lahan milik Pemkab Seluma itu.

“Untuk nama mereka belum dapat kami publikasikan. Namun fakta terbaru yang kita dapat seperti itu. Ada 27 ASN yang ikut menguasai lahan Pasar Induk tersebut,” sampainya.

Atas hal ini, Sindu sangat menyayangkan sikap 27 ASN yang ikut menguasai lahan Pasar Induk tersebut. Karena akibat penguasaan ini, pasar yang menjadi kebanggaan masyarakat Seluma tersebut, tidak dapat dikembangkan lagi fasilitasnya. Karena pemerintah pusat, enggan mengucurkan anggaran jika lahan pasar tersebut masih bermasalah.
“Oleh karena itu, ini akan menjadi atensi kita untuk mengusut dan menyelesaikan perkara ini hingga tuntas. Agar pembangunan pasar ini dapat dilanjutkan, karena rencananya pasar ini akan menjadi pasar harian oleh Pemkab Seluma,” demikian Sindu.(aba)

Berita Lainnya

Perketat Pengawasan WNA

SELUMA – Antisipasi masuknya warga negara asing (WNA) secara ilegal apalagi sebagai tenaga kerja, mengharuskan ...

error: Content is protected !!