Minggu , 23 Februari 2020
Home / Borgol / Dituntut 2 Tahun, Mantan Kepala SMKN Keberatan

Dituntut 2 Tahun, Mantan Kepala SMKN Keberatan

DITUNTUT: Tampak mantan Kepala SMKN 6 Seluma, Ferdi Efrimal, S.Pd hanya bisa tertunduk mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dimuka persidangan yang digelar PN Tipikor, Bengkulu, Rabu.(foto: HASRUL/RB)

BENGKULU– Mantan Kepala SMK Negeri 6 Seluma, Ferdi Efrimal, S.Pd yang menjadi terdakwa dalam perkara korupsi pembangunan SMKN 6 Seluma senilai Rp 1,9 miliar dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang dibacakan, Dodiansyah, SH selama 2 tahun kurungan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Pada persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dr. Jonner Manik, SH, MH dan didampingi hakim anggota, Gabriel Sialagan, SH, MH dan Rahmat, SH, MH di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu tersebut beragendakan pembacaan tuntutan oleh JPU.

Dimuka persidangan, JPU meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan memutuskan perkara ini dapat memutuskan dengan menyatakan terdakwa Ferdi Efrimal secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yaitu sebagaimana dimaksud Pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ferdi Efrimal, S.Pd berupa pidana penjara selama 2 tahun dengan dikurangi terdakwa berada dalam tahahan sementara. Menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair selama 3 bulan kurungan,” kata Dodiansyah.

Atas tuntutan yang dibacakan tersebut, terdakwa Ferdi melalui penasihat hukumnya, Zulhendri, SH menyatakan pihaknya merasa keberatan dengan apa yang dituntut oleh JPU.Nantinya, keberatan tersebut juga akan disampaikan pada persidangan dengan agenda pembacaan pledoi pada 8 Juli 2019 mendatang. “Kalau kita melihat atas tuntutan ini, kami fikir ini terlalu berat karena memang dari awal klien kami sudah kooperatif dan terdakwa juga sudah menitipkan kerugian negara, saya kira ini tuntutan terlalu tinggi, karena sudah ada itikad baik dari terdakwa,” sampai Zulhendri.

Disisi lainnya, Zulhendri juga menyampaikan jika bahwa sebenarnya dalam perkara ini bukan hanya terdakwa yang harus dimintai pertanggungjawabannya. Melainkan pihak-pihak lain juga harus diseret. “Karena fakta-fakta persidangan juga bukan hanya beliau (Ferdi,red) sendiri, tetapi ada pihak lain yang harus bertanggungjawab terhadap uang-uang yang tidak jelas, itu nanti kita juga akan kita sampaikan dalam pledoi nantinya,” bebernya.

Untuk diketahui, dalam proyek pekerjaan pembangunan sekolah senilai Rp 1,9 miliar tersebut berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian terdapat kerugian sebesar RP 363 juta. Atas kerugian negara tersebut, terdakwa juga sudah menitipkan ke pihak kejaksaan terhadap kerugian tersebut.

Sementara itu, proyek pekerjaan ini diusut Kejari Seluma lantaran terindikasi jika pelaksanaan pekerjaan tidak mengacu pada peraturan hukum yang berlaku. Dimana dalam realisasi pelaksanaanya terdakwa terindikasi juga merekayasa laporan pertanggungjawaban (zie)

Berita Lainnya

Hutang Diduga Dibayar Cek Kosong, Warga Selebar Lapor Polisi

BENGKULU– Naas dialami Boby Djanius (41), warga Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Ia …