Jumat , 28 Februari 2020
Home / Borgol / Mantan Kades Tersangka Korupsi DD

Mantan Kades Tersangka Korupsi DD

I Nyoman Merthadana

SELUMA – Setelah dilakukan rangkaian pemeriksaan panjang dan dilanjutkan gelar perkara di Polda Bengkulu, akhirya penyidik Tipidkor Polres Seluma menetapkan mantan Kades Talang Rami Kecamatan Seluma Utara, Nasirwan sebagai tersangka korupsi, Rabu (26/6).  Hasil penyelidikan polisi menemukan cukup bukti kalau Nasirwan telah melakukan penyelewengan dana desa (DD) Talang Rami tahun 2018.

Adapun penyelewengan tersebut ditemukan pada realisasi dua paket pekerjaan. Yakni pembangunan jalan lapen Dusun 1 dengan pagu anggaran Rp 151, 7 juta, pembuatan siring pasang di Dusun 2 dan 3 dengan pagu anggaran Rp 299,1 juta.

Tidak hanya mantan kades, tiga pihak lainnya yang terlibat dalam pengelolaan APBD-Desa Talang Rami juga segera menyusul ditetapkan sebagai tersangka. ‘’Dari gelar perkara di Mapolda Bengkulu Selasa (25/6), akhirnya diputuskan kalau mantan kades itu ditetapkan sebagai tersangka penyelewengan DD tahun 2018. Alat bukti yang mengarah ketindak pidana korupsi yang kita temukannya sudah memenuhi unsur yang cukup kuat,’’ jelas Kapolres Seluma, AKBP. I Nyoman Merthadana, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Rizka Fadhilah, SH, S.Ik didampingi Kanit Tipidkor, Iptu. Denny Siregar, SH, MH.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh penyidik diantaranya uang sebesar Rp 19,5 juta dari tangan Nasirwan. Uang itu sebelumnya diambil oleh Nasirwan dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) pekerjaan DD tahun 2018.

Ketika ditanya, kapan tersangka tambahan ditetapkan Denny mengatakan secepat mungkin. Ia juga memastikan sedikitnya ada tiga tersangka lagi yang akan menyusul ditetapkan. ‘’Jangan tanya namanya dulu ya. Jika pemeriksaan telah selesai kita lakukan barulah kita akan rilis.  Semua tersangka yang terlibat dalam perkara ini semuanya akan kita sampaikan ke media,’’ kata Denny.

Sekadar mengingatkan perkara penyelewengan DD Talang Rami tahun 2018 ini mencuat setelah adanya pemberitaan RB terkait kabar yang beredar kalau Nasirwan mengaku menyuap oknum Inspektorat Seluma untuk menutupi kasus penyelewengan DD yang telah dilakukannya.

Mengetahui hal ini, tim penyidik Tipikor Satreskrim Polres Seluma bergerak cepat melakukan penyelidikan, memeinta keterangan pihak Inspektorat maupun Nasirwan. Pihak Inspektorat membatah keras kalau ada auditornya menerima suap dari Nasirwan. Ketika dikonfrontir polisi ke Nasirwan, didapati pengakuan kalau Nasirwan tak pernah menyuap petugas Inspektorat. Adapun uang yang ia ambil dari TPK total sejumlah Rp 32 juta, semuanya digunakan untuk kepentingan pribadinya. Hanya saja ketika ia mengambil uang tersebut, kepada pihak TPK ia menyebutkan untuk orang Inspektorat.

Kasus ini kemudian dikembangkan polisi ke arah dugaan korupsi yang dilakukan Nasirwan. Selama proses penyelidikan, Nasirwan mengembalikan Rp 12,5 juta ke kas desa, karena uang tersebut merupakan kelebihan pembelian mateial. Sementara Rp 19,5 juta berhasil diamankan Tim Penyidik Tipikor Polres Seluma sebagai barang bukti perkara ini.(aba)

Berita Lainnya

Galian C Diganggu, Pemilik Lapor Polda

BENGKULU – Pemilik galian C di Desa Batu Panco, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Alfian …