Rabu , 17 Juli 2019
Home / Daerah / Seluma / Nelayan Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Nelayan Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

TIBA: Jenazah Okta Wandika (19) warga Desa Pasar Seluma, saat tiba di rumah duka di Desa Pasar Seluma.

SELUMA SELATAN – Okta Wandika (19) nelayan tradisional, warga Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, yang digulung ombak hingga akhirnya hilang, berhasil ditemukan Rabu (26/6) pukul 16.30 WIB atau selang 34 jam pascakejadian. Ketika ditemukan, Okta sudah tak lagi bernyawa. Jenazahnya mengapung di bibir Pantai Muara Sebayur, Desa Pasar Ngalam, Kecamatan Air Periukan yang berjarak 5 kilometer dari lokasi awal korban digulung dan diseret ombak di Muara Air Seluma.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Sulaiman (36) dan Dirin (43) warga Desa Pasar Seluma yang sejak korban dinyatakan tenggelam pada Selasa (25/6) pukul 06.00 WIB terus ikut melakukan pencarian bersama tim gabungan Basarnas, BPBD Seluma, TNI dan Polres Seluma.

Menurut Dirin (43) saat menemukan jasad korban, dirinya mengira kayu yang mengapung, namun setelah didekati ternyata korban dalam posisi tertelungkup, yang sudah mulai mengeluarkan aroma tak sedap. ‘’Lalu saya berenang dan menarik jasad ke tepi pantai,’’ kata Dirin.

Setelah jasad korban berhasil dibawa ke tepi pantai, Dirin dan rekannya menghubungi tim SAR gabungan agar mengirimkan mobil, karena jasad korban telah ditemukan. Selama 15 menit menunggu, mobil Basarnas pun tiba dan jasad korban langsung dibawa ke rumah duka.

‘’Saat melakukan pencarian tadi (Rabu,red) kami memang berpisah dari rombongan, mengarah ke Pantai Muara Sebayur ini. Ternyata ini merupakan petunjuk yang akhirnya jasad korban berhasil ditemukan,” ucap Dirin.

Tangis histeris pun pecah saat jenazah korban tiba di rumah duka. Tidak hanya keluarga tapi juga warga yang saat itu telah ramai menunggu kedatangan jenazah korban di rumah duka.

Okta Wandika yang belum lama menikah ini meninggalkan janin yang baru berusia tiga bulan yang dikandung oleh istrinya, Yola (18). ‘’Ya, namanya sudah takdirnya pak, kita harus ikhlas menerimanya,” ujar Dirin.

Atas kesepakatan pihak keluarga, jenazah langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat sekira pukul 18.30 WIB tadi malam. ‘’Malam ini (tadi malam,red) korban kita makamkan. Kasihan jika menunggu lama, karena jasad korban telah mengeluarkan aroma tak sedap,’’ sampai Kades Pasar Seluma, Hertoni.(aba)

Berita Lainnya

Usul 37,5 Persen Pajak Rokok Biayai Jamkesda

SELUMA – Penerimaan daerah dari pajak rokok yang diterima Kabupaten Seluma pada tahun 2018 terbilang ...

error: Content is protected !!